PT Newmont Nusa Tenggara

Tim Pengawas Program BSPS Provinsi Lakukan Uji Petik Rumah Calon Penerima Bantuan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tim Pengawasan dan Pengendalian program BSPS Provinsi NTB yang terdiri dari PPK dan Konsultan Program BSPS Provinsi melakukan verifikasi lapangan terhadap rumah calon penerima Program BSPS di Kabupaten Sumbawa.
Tim tersebut melakukan uji petik secara langsung terhadap rumah calon penerima program dengan mengambil sampel sebanyak 60 rumah yang berlokasi di Desa Sepayung dan Desa SP Prode di Kecamatan Plampang kemudian di Desa Jorok, Motong, dan Desa Pukat di Kecamatan Utan.
PPK Program BSPS Kementerian PUPR Provinsi NTB, Miftahuddin, yang dikonfirmasi Gaung NTB belum lama ini menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Sumbawa dalam rangka melakukan uji petik hasil verifikasi dan identifikasi oleh Tim Fasilitator Masyarakat terhadap rumah calon penerima program BSPS, untuk memastikan apakah hasil verifikasi dan identifikasi yang sudah dilakukan oleh TFM, sudah sesuai atau belum dengan petujuk pelaksana dan petunjuk teknis Program BSPS.
Selain itu kata Mifta, ujji peting tersebut juga untuk meminimalisir terjadinya kesalahan di kemudian hari terutama menyangkut sasaran Program BSPS di tingkat masyarakat, sehingga apa yang menjadi harapan SNPT Provinsi dengan TFM hasilnya sama.
Dalam uji peting tersebut jelas Mifta, selain dilakukan uji peting terhadap kondisi rumah, juga akan dilakukan uji petik terhadap persyaratan administrasi calon penerima program.
Disampaikannya, bahwa dalam melakukan uji petik tersebut, mereka telah membagi 3 tim, masing-masing tim ditempatkan di masing-masing desa lokasi sasaran Program BSPS di Kabupaten Sumbawa.
Lebih jauh disampaikan Mifta, bahwa dalam program BSPS ini, selain memenuhi syarat fisik rumah dan persyaratan administrasi lainnya,  yang paling penting adalah harus adanya keswadayaan atau kesanggupan calon penerima program untuk berswadaya. Hal ini sesuai dengan tujuan program yakni untuk membantu masyarakat tidak mampu dengan memberikan dana stimulan untuk perbaikan rumah.
“Kalau calon penerima program tidak siap untuk berswadaya, maka tidak memenuhi syarat untuk mendaptkan program tersebut,” jelasnya.
Swadaya yang dimaksud jelasnya, tidak saja dalam bentuk uang, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk tenaga, kemudian menyiapkan matrial lokal, dan swadaya dalam bentuk lainnya, sehingga rumah yang diperbaiki nantinya akan lebih baik dari yang ada sekarang ini.
“Swadaya ini yang kami tekankan kepada penerima program,” ujarnya.
Ditambahkan Swandi dari Konsultan Program BSPS, bahwa pengawasan dan pengendalian yang dilakukan tersebut untuk saling kroscek untuk meminimalisir kesalahan atau kekeliruan dalam pelaksanan Program BSPS.
Disampaikannya, bahwa pengawasan itu dilakukan di seluruh kabupaten/kota yang menjadi sasaran Program BSPS di Provinsi NTB, seperti Kota Bima, Kabupatn Bima, Dompu, Sumbawa dan KSB. Juga ada tim lain di Pulau Lombok yang juga melakukan uji petik seperti yang mereka lakukan di Pulau Sumbawa.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply