PT Newmont Nusa Tenggara

Kasus Ambulance DIREKTUR RSUD, CAMAT DAN PPTK DIPERIKSA JAKSA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Penajaman penyelidikan dugaan penyimpangan dalam pengadaan mobil Ambulance Emergency RSUD Sumbawa tahun 2015 lalu senilai Rp 1,9 Miliar yang dilakukan Tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa kembali berlangsung dan Senin (15/05) dengan memintai keterangan tiga pejabat di lingkungan Pemda Sumbawa.
Ketiganya terdiri dari Direktur RSUD Sumbawa dr Selvi, Mantan Kabag Asset Setda Sumbawa Varian Bintoro S.Sos M.Si (kini Camat Sumbawa, Red) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPTK Setda Sumbawa Surbini SE MM. Ketiganya diperiksa sekitar 4,5 Jam secara terpisah di ruang Pidana Khusus Kejari Sumbawa.
Dokter Selvi diperiksa oleh Cyrilus Iwan Santosa SH, Surbini SE MM diperiksa oleh Fajrin Irwan Nurmansyah SH, sedangkan Varian Bintoro S.Sos M.Si langsung diperiksa oleh Kasi Pidsus Anak Agung Raka Putra Darmana SH.
Usai diperiksa Varian Bintoro ketika dicegat Gaung NTB membenarkan dirinya telah diperiksa seputar pengadaan sebuah mobil Ambulance Emergency RSUD Sumbawa. “Ada puluhan pertanyaan seputar proses awal, tender hingga pengadaannya,” jawab Varian.
Pengadaan itu sesuai dengan usulan dari RSUD Sumbawa sebagaimana direncanakan sebelumnya. Setelah seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan oleh PPK langsung diajukan untuk dilakukan tender (lelang) oleh ULPBJ Setda Sumbawa. Setelah ada hasil tender, setelah seluruh administrasi lengkap dalam proses pengadaannya oleh rekanan pihaknya selaku KPA menandatangani berkas yang diusulkan oleh PPK maupun PPTK. “Soal yang lain saya tidak tahu,” jawabnya.
Hal senada juga dijelaskan Surbini SE MM yang keluar menyusul dari ruang pemeriksaan. Kepada Gaung NTB, Surbini menjelaskan sesuai tupoksi yang dimiliki, proses pengadaan tersebut mengacu kepada Peraturan Bupati Sumbawa (Perbup) Nomor 06 Tahun 2016 tentang Fungsi dan Kewenangan Bagian Asset dalam hal pengadaan kendaraan dinas dan tanah.
Sesuai dengan usulan perencanaan atas kebutuhan sebuah kendaraan dinas berupa mobil Ambulance Emergency lengkap dengan sejumlah barang dan spesifikasi yang ada dari pihak RSUD Sumbawa selaku User (pengguna), selanjutnya diusulkan pelelangannya melalui ULPBJ hingga penentuan pemenang tendernya yakni PT Megantari Prima asal Malang Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur RSUD Sumbawa dr Selvi yang keluar terakhir dari ruang pemeriksaan saat dicegat Gaung NTB membenarkan kalau dirinya baru saja menjawab sekitar 26 pertanyaan terkait dengan proses perencanaan dan pengadaan mobil Ambulance Eemergency tahun 2015 lalu itu.
Awalnya usulan pengadaan datang dari IGD untuk kemudian dibuatkan perencanaan tentang berbagai kebutuhan alat dan perlengkapan yang menyertainya. Selaku pimpinan, Selvi tentu menandatangani usulan tersebut dan menyampaikannya kepada Pemda guna dilakukan proses tender. “Hasil pengadaannya kemudian dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan di RSUD Sumbawa. Sedangkan menyangkut soal yang lain saya sama sekali tidak tahu,” katanya.
Kajari Sumbawa Paryono SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB menjelaskan, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemda Sumbawa itu dilakukan masih dalam status dimintai keterangan. “Jika nanti masalahnya sudah jelas, tentu akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” tukasnya.
Sementara Kasi Pidsus Anak Agung Raka Putra Darmana SH menyebutkan, pada Selasa besok (hari ini, Red), pihaknya menjdawalkan pemeriksaan terhadap Direktris PT Megantari Prima, Malang Jawa Timur, Juliani. “Surat panggilan kami kirim melalui Facsimile perusahaan bersangkutan beberapa hari lalu. Hasil konfirmasi, rekanan tersebut menyatakan kesiapan untuk memenuhi panggilan,” ujarnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply