Warga Penyaring Pesimis Tanaman Padi Selamat

0
338

Moyo Utara, Gaung NTB
Setelah didera oleh banjir bulan lalu, puluhan hektar tanaman padi petani masih ada harapan hidup. Tetapi setelah melihat cuaca dan curah hujan yang kian menghilang, serta stok air di sawah sudah mengering, maka para petani kini merasa sudah pesimis habis upaya untuk menyelamatkan padinya.
Kecemasan petani itu sangat beralasan, sebab air hujan sudah jarang, kemudian usia tanaman padi masih sangat muda. Selain itu, pasokan air dari irigasi Bendungan Batu Bulan (BBB) jalur kiri hanya tinggal jadwal belaka.
A Rahman salah satu warga anggota P3A, menyatakan kondisi padinya saat ini dalam pertumbuhan yang sangat membutuhkan air. Tetapi air yang dibutuhkan itu sulit didapatkan kalaupun akan menaikkan air dari dari sungai rentang kendalinya sangat jauh mencapai kiloan meter. “Jika dalam minggu ini tidak ada air, maka tanaman padi mulai layu. Yang jelas akhirnya adalah jadi pakan ternak,” katanya
Ditambahkannya, jika itu benar akan terjadi maka petani rata-rata mengalami kerugian jutaan rupiah.
Ketika ditanyai wacana akan adanya sipon air dari bending Moyo Hilir, ia menyatakan itu masih dalam tahap wacana. “Kami pasrah atas kondisi ini”, tandasnya.
Hasil pantauan Gaung NTB, areal tanam padi di orong kale sudah rusak total, kemudian di sebelah Utara kondisi tanah sawah petani sudah mulai kering. Yang masih ada harapan untuk panen kendati tidak maksimal adalah Penyaring wilayah sebelah Timur.

LEAVE A REPLY