Penyebar Hoax “Penculikan Anak” Dikenakan Wajib lapor

0
299
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pelaku penyebar berita palsu atau hoax tentang maraknya kasus penculikan anak di Sumbawa khususnya di wilayah Kecamatan Alas, DW–warga Stowe Brang Desa Luar Kecamatan Alas dan seorang pria rekannya RA–warga Dusun Telaga Baru Desa Dalam Kecamatan Alas, dikenakan wajib lapor dan membuat pernyataan tertulis agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi Gaung NTB melalui Kanit PPA Reskrim, Aipda Arifin Setioko, SSos, Rabu (22/03) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa DW yang merupakan guru sebuah PAUD di Alas mengaku mendapat informasi tentang maraknya kasus penculikan anak di Alas setelah membuka facebooknya dan melihat adanya postingan status dari rekannya berinisial RA.
Di status yang diposting oleh RA menyebutkan bahwa info dari Polsek Alas tentang adanya kasus penculikan anak, sehingga DW meng-copy berita tersebut lalu diposting kembali. Sementara RA juga mendapatkan info tersebut dari salah seorang pengguna facebook yang ingin berteman dengan nama akun WIYE.
Setelah RA menerima pertemanan Wiye di facebook, nomor kontak dan BB Wiye secara otomatis terhubung dengannya, Ia mendapat broadcast dari BBM Wiye dengan nomor PIN 59E8E9AA dengan isi berita, sebagai berikut “Dari Kepolisian Sektor Alas NTB, bagi Bapak-bapak/ibu-ibu /kakak /saudara dan saudari yang memiliki anak TK dan SD mohon dijaga ketat, karena sekarang sedang marak penculikan anak di Kecamatan Alas, tolong perhatian dan partisipasinya untuk share ini ke kontak BBM anda, #Alas aman, terima kasih……”.
Broadcast tersebut kemudian diposting oleh DW di statusnya di facebook. Maksudnya baik, untuk memperingatkan kepada warga agar lebih waspada.
“Tapi DW mengaku bahwa di Kecamatan Alas memang belum pernah ada kasus penculikan seperti yang diberitakan melalui statusnya itu,” ungkap Arifin.
Terhadap kedua penyebar berita hoax tersebut, DW dan RA diberikan sanksi dengan membuat surat penyataan di Polres Sumbawa agar tidak lagi mengulangi perbuatannya karena sangat meresahkan masyarakat dengan memposting status hoax. Begitu juga di kantor desanya masing-masing agar dapat membuat surat penyataan serupa.
“Mereka berdua diharuskan untuk membuat penyataan permohonanan maaf melalui jejaring sosial facebook yang menyatakan bahwa postingan status mereka adalah tidak benar,” katanya. Keduanya dikenakan wajib lapor di Polres Sumbawa, tambah Arifin.
Untuk diketahui, wanita muda berinisial DW, warga Desa Stowe Brang Kecamatan Alas diamankan oleh Polsek setempat, pada Selasa (21/03) bersama rekannya berinisial RA, kemudian dievakuasi ke Mapolres Sumbawa untuk dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim.
Di Media Sosial Facebook, DW menggunakan nama akun Dewy Cahaya cyquita Delicia.

loading...

LEAVE A REPLY