Pengakuan DW Cabuli Anak Kandung Berulang Kali Dalam Keadaan Sadar

0
371
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Masih ingat dengan kasus pencabulan terhadap anak kandung sendiri yang menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya, red), Gadis belia berusia 15 tahun yang berdomisili di lingkungan Sering Ai Beta, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes yang dicabuli oleh ayah kandungnya sendiri berinisial DW (47) dan dilaporkan oleh ibu kandung korban (istri pelaku) pada minggu (13/03) yang lalu?.
Pelaku DW yang diwawancarai sejumlah wartawan pada Selasa (21/03), menceritakan kronologi awal kejadian memalukan tersebut. Saat itu, ia ditinggal pergi bekerja oleh istrinya ke ladang, kemudian memanggil dua anaknya untuk masuk ke dalam rumahnya. Didalam rumahnya, pelaku DW menyuruh anak perempuannya (korban) untuk mengobati penyakit gatal yang dideritanya di kemaluan pelaku dengan cara digaruk-garuk.
Setelah lama digaruk, dirinya merasa keasyikan dan kemudian menyuruh korban untuk melakukan seperti adegan dalam Film secara berulang-ulang, sementara anak laki yang paling kecil (adik korban) disuruh mengipas-ngipas bagian kemaluan korban, ungkap DW.
Lebih lanjut diceritakan DW, bukan itu saja, perbuatan yang sama sudah dilakukan selama 5 kali dalam bulan ini. Setiap melakukan adegan tersebut, kondisi kejiwaannya pelaku dalam keadaan sadar dan bahkan pernah berhubungan intim dengan anaknya, akunya.
Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo SIK MT kepada wartawan Selasa (21/03) mengatakan, dari hasil pemeriksaan, korban mengaku bahwa sebelumnya kejadian serupa pernah dilakukan oleh DW (ayahnya), namun korban tidak berani melapor dan selalu mendapat ancaman dari pelaku. “Untuk kejadian terakhir, aksi bejat DW diketahui langsung oleh istrinya (ibu korban) saat pulang dari ladang, kemudian dilaporkan ke RT dan RW dan Polres Sumbawa”, ujar AKBP Yusuf Sutejo.
Menurut AKBP Yusuf Sutejo, selama dilakukan pemeriksaan, korban telah dilakukan visum dan hasilnya ditemukan bekas luka lama atau luka robek pada bagian kelamin korban. “Sejauh ini belum ditemukan kondisi gangguan kejiwaan bagi pelaku DW, sedangkan untuk kondisi korban, hingga saat ini sudah mulai membaik atau stabil, dan Polres Sumbawa melalui Unit PPA tetap memberi dukungan moril melalui pemulihan mental korban, sesuai dengan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pelaku DW diancam dengan ancaman penjara minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,”, tandas AKBP Yusuf Sutejo.

loading...

LEAVE A REPLY