Kementerian LHK Dukung SDM Ekowisata Sumbawa

0
280
loading...
loading...

Moyo Hulu, Gaung NTB
Berlokasi di Balai Pertemuan Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu, selama 3 hari diadakan Pelatihan Pemandu Wisata Alam (Interpreter) KPHP Batulanteh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Usaha Jasa Lingkungan (UJL) dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Kementeraian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta.
Menurut Kepala Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh, Julmansyah S.Hut, MAP kepada Gaung NTB, mengatakan pemilihan lokasi pelatihan langsung di desa untuk mendekatkan kegiatan dengan calon pelaku ekowisata (ecotourism). APalagi Pernek memiliki potensi wisata alam di Hutan Produksi di Embung Pernek dan potensi air terjun Teba Tewa serta vegetasi yang masih baik disekitarnya. Menurut Direktur UJL dan HHBK Kemen LHK Ir. Johan Utama Perbatasi, MM, ini merupakan kegiatan pertama tahun 2017 dalam pengembangan wisata alam. Kementerian LHK sesuai dengan Nawacita mendukung penyiapan SDM bagi pariwisata sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengembangan pariwisata alam, ujarnya di hadapan 40 peserta.
Peserta pelatihan terdiri dari Pokdarwis Pernek dan Karang Taruna, staf Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh, Pegiat wisata alam dari Desa Batudulang Kec. Batulanteh, Pemuda Desa Pelat dan Perangkat Desa Kerekeh Kec. Unter Iwes, pegiat wisata alam Desa Songkar Kec. Moyo Utara dan Pokdarwis Desa Marente Kec. Alas. Semua pegiat dan pelaku ekowisata hadir di acara ini.
Fokus pada 5 Desa Ekowisata
Kepala Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh dalam paparannya di hari pertama pelatihan, menyampaikan pilihan pada ecotourism atau ekowisata adalah pilihan yang tepat. Karena ekowisata akan turut melindungi biodiversitas, keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama serta menghormati karakteristik lokalitas yang ada. Menurut Julmansyah, Balai KPH akan mencoba fokus pada 5 (lima) desa Ekowisata dengan karakteristik yang berbeda-beda sebagai kekuatan. Desa-desa yang dekat dengan kawasan hutan dan menggantungkan kehidupannya dengan kawasan hutan. Desa tersebut menurutnya antara lain, Desa Pernek, Desa Batudulang, Desa Pelat, Desa Songkar dan Desa Marente.
Saat ini sedang disusun desain tapak lokasi embung Pernek oleh Kementerian LHK dan Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh. Desain tapak ini akan menjadi pedoman penataan lokasi dalam kawasan hutan produksi di lokasi ini. Akan ada zona publik dan zona usaha di lokasi ini.
Melalui Direktur UJL dan HHBK juga disampaikan, bahwa pelatihan ini akan ada tindak lanjutnya dengan pelatihan lain yang mendukung pengembanagn SDM kelompok secara sistimatis. para peserta berharap pelatihan dapat menjadi bekal menjadi pemandu untuk wisata alam.

loading...

LEAVE A REPLY