KASUS CABUL MENUNJUKKAN TREN MENINGKAT

0
447
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Selama kurun waktu triwulan pertama (Januari – Maret 2017), angka tindak pidana pencabulan, persetubuhan dan perkosaan ternyata menunjukkan tren peningkatan.
Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumbawa Jaksa Feddy Hantyo Nugroho SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB di ruang kerjanya Kamis (23/03), mengungkapkan dalam kurun waktu hampir tiga bulan ini sudah masuk ke Kejari Sumbawa sekitar 16 kasus tindak pidana pencabulan, persetubuhan maupun pemerkosaan yang dikirim dari penyidik Kepolisian Resort Sumbawa maupun Sumbawa Barat, baik itu dalam bentuk surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP), pengiriman berkas perkara tahap pertama maupun tahap kedua dalam keadaan lengkap P21 disertai dengan pengiriman tersangka dan sejumlah barang bukti.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan, ternyata korbannya rata-rata anak di bawah umur (berusia di bawah 18 tahun) dan bahkan ada bocah hingga anak kandung yang menjadi korban sedangkan pelaku atau tersangka bahkan ada yang masih berstatus anak-anak. Sebagian besar perkara tersebut telah ditangani persidangannya di Pengadilan dan sudah ada yang divonis pidana badan dan denda yang cukup berat.
Adapun modusnya, sambung Jaksa Feddy, dengan menjalankan bujuk rayu hingga menggunakan ancaman kekerasan.
“Ada juga modus pacaran akibat adanya pembiaran dari orang tua. Pergaulan anak perempuan kurang menjadi perhatian sehingga banyak Anak Baru Gede (ABG) belasan tahun yang ternoda karena terjebak rayuan gombal sang pacar,” terangnya.
Sementara kebanyakan pelaku dewasa, rata-rata karena tidak dapat menahan nafsu sahwatnya kemudian memanfaatkan kesempatan sehingga perbuatan bejat itu pun terjadi.
Entah mengapa, kasus seperti ini semakin meningkat padahal masyarakat rata-rata sudah mengetahui dan memahami betapa beratnya ancaman hukum terhadap pelaku, apalagi jika korbannya anak-anak bahkan balita.”Ancaman pelanggaran sebagaimana diatur pada UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana badan sangat berat.” Sementara bagi pelaku yang masih anak-anak penanganan persidangannya menggunakan UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.
Karena itu dihimbau kepada segenap masyarakat agar bersama-sama melakukan antisipasi sejak dini dengan meningkatkan rasa kepedulian yang tinggi untuk melakukan pengawasan terhadap pergaulan dari anak-anak perempuan. Sebab hal ini bukan saja menjadi tugas dan kewajiban para orang tua, guru pendidik (sekolah) ataupun penegak hukum tetapi peran serta warga masyarakat di lingkungan masing-masing.
Jika melihat ataupun menemukan ada hal-hal yang bertentangan dengan etika dan aturan hukum, adat istiadat maupun dilingkungan masyarakat agar tidak segan-segan menegur atau mengambil tindakan persuasif dan anstisipatif, sehingga tindakan kejahatan seksual dapat dicegah sedini mungkin. “Bila perlu segera laporkan kepada pihak yang berwajib,” tandas Jaka Feddy Hantyo Nugroho SH.

Here is a collection of places you can buy bitcoin online right now.

loading...

LEAVE A REPLY