Dinas Pertanian Gelar Sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

0
402
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa menggelar sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi di Kecamatan Moyo Utara, Selasa (21/03). Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh kelompok tani, tujuan sosialisasi tidak lain hanya untuk memberikan pemahaman kepada para petani padi tentang pentingnya Asuransi bagi petani padi, sehingga nantinya ketika tanaman padi mengalami puso atau gagal panen maka akan ada klaim dari asuransi.
Camat Moyo Utara, Tajuddin, SSos menyampaikan bahwa pasca banjir banyak tanaman padi masyarakat yang rusak akibat diterjang banjir, kurang lebih ada sekitar 1.425 hektar sawah masyarakat yang mengalami puso atau gagal panen akibat banjir. Tentunya masyarakat atau petani akan melakukan penanaman kembali, bagi petani yang mempunyai modal yang cukup maka akan bisa melakukan penanaman, tapi bagaimana dengan petani yang modalnya hampir sama sekali tidak, hal tersebut menjadi dilematis bagi petani. “Maka pemerintah melalui AUTP memberikan keringan kepada masyarakat, ketika masyarakat mengikuti AUTP tersebut maka tentunya akan memdapatkan santunan pengganti untuk melakukan penanaman kembali,” papar Tajuddin.
Mendaftarkan diri dalam AUTP dinilai sangatlah penting, mengingat Kecamatan Moyo Utara merupakan kecamatan yang rawan banjir. Ketika banjir di Mama (Lopok) dan Moyo Hulu tentunya yang akan mengalami dampak adalah Moyo utara. Tentunya akan berakibat pada tanaman yang akan mengalami puso. Maka diharapkan agar mesyarakat dengan segera mendaftarkan diri di AUTP tersebut. Karena masyarakat maju merupakan masyarakat yang mengikuti asuransi, untuk mengantisipasi terjadinya resiko-resiko atau dampak yang akan terjadi. Terang Tajuddin
Sementara itu, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Isnaini SP mengatakan bahwa program tersebut berawal di Tahun 2015, itu merupakan amanat UUD Nomor 19 dan Peraturan Menteri Keuangan No 40 Tahun 2015 dan program tersebut sebagai salah satu pendukung program upsus. AUTP diberikan sebagai salah satu bentuk upaya peningkatan pengembangan petani dalam menuju swasembada pangan, maka untuk itu baik pemerintah melalui Dinas Pertanian dan petani harus gigih dalam mencapai produksi swasembada pangan.
Akan tetapi sambung, Ust Isnaini–panggilan akrabnya, usaha disektor pertanian dihadapkan dengan berbagai resiko ketidakpastian, sebagai akibat dari dampak perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu, sehingga akan merugikan petani. Maka untuk itu perlu adanya asuransi yang mengakomodir kerugian yang terjadi dikalangan petani. Program AUTP merupakan wujud keberpihakan pemerintah dalam upaya melindungi petani dari resiko gagal panen. “Melalui program tersebut nantinya dapat memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan maupun serangan hama penyakit,” terang Ust Isnaini.
Ust Isnaini berharap pada tahun 2017 agar program AUTP bisa maksimal dan Kabupaten Sumbawa ditargetkan sekitar 3000 hektar, untuk mendorong suksesnya UTP tersebut maka sosialisasi yang penting dilakukan.
Sementara itu Perwakilan Jasindo, Irfan menyampaikan terdapat banyak manfaat ketika petani padi mengikuti program AUTP, karena nantinya petani akan mendapatkan ganti rugi bila usaha taninya gagal panen, sehingga terhindar dari rentenir dan memiliki modal kerja untuk segera menanam kembali. Total premi asuransi sebesar 180 ribu dan pemerintah mensubsidi sebesar 144 ribu, jadi total yang harus dibayarkan oleh petani sebesar 36 ribu/Ha/MT dan petani akan mendapatkan klaim asuransi sebesar 6 juta.

loading...

LEAVE A REPLY