PT Newmont Nusa Tenggara

BURUH CABUL DITUNTUT PIDANA 11 TAHUN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Shd (28) buruh yang bermukim di Desa Usar Mapin Kecamatan Alas Barat Sumbawa, Rabu (22/03) siang dituntut 11 tahun penjara potong tahanan dengan denda sebesar Rp 5.000.000 Subsider 5 bulan kurungan, oleh Jaksa Penuntut Umum Ani Asyiatun SH, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan–menyetubuhi anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Di hadapan sidang yang dikendalikan ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Hari Supriyanto SH MH dengan hakim anggota Reza Tyrama SH dan I Gusti Lanang Idra Panditha SH MH didampingi Panitera Pengganti Nely Naulufah SH, Jaksa Ani dalam tuntutan pidananya sangat yakin telah mampu membuktikan sejumlah unsur pidana yang didakwakan kepada diri terdakwa Shd, dengan memperhatikan fakta persidangan dari keterangan sejumlah saksi terkait termasuk saksi korban dan keterangan terdakwa maupun sjeumlah barang bukti yang diajukan.
Perbuatan terdakwa dilakukan pada hari Rabu (30/11) tahun lalu sekitar pukul 11.30 Wita bertempat di rumah saksi SR yang berada di Dusun Tamsi Desa Usar Mapin Kecamatan Alas Barat. Ketika itu saksi korban sebut saja “Mawar” bukan nama sebenarnya yang masih berusia 4 tahun datang bermain ke TKP dari rumahnya yang bersebelahan untuk menonton televisi, sementara pelaku sedang tidur di dalam kamar.
Ketika mendengar suara TV dinyalakan, terdakwa langsung bangun dan melihat ada korban kemudian diajak masuk kedalam kamar untuk menonton di atas tikar. Korban sempat menolak, namun dipaksa masuk kedalam kamar. Lalu, perbuatan bejat itupun terjadi.
Hasil Visum Et Refertum yang dibuat dr I Wayan Ayu Wimbawa dokter pada UPT Puskesmas Alas Barat, menunjukkan bahwa korban mengalami luka robek di kemaluannya akibat benda tumpul.
Beberapa waktu kemudian pelaku diamankan pihak Kepolisian.
Ketika ditanya hakim, bagaimana dengan tuntutan Jaksa tersebut, terdakwa bersama Penasehat Hukum yang ditunjuk Pengadilan Advocat Syamsuddin SH meminta waktu seminggu untuk dapat mengajukan nota pembelaan (Pledoi). Hakimpun mengetuk palu menunda sidang hingga Rabu (29/03) mendatang.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply