PT Newmont Nusa Tenggara

Pengurus Baru LATS Akan Laksanakan 40 Rekomendasi Muzakarah Rea

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pelantikan pengurus baru Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sumbawa yang berlangsung di Istana Dalam Loka Kelurahan Pekat, Sabtu (18/03) kemarin, turut dihadiri Sultan Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, beserta seluruh pengurus yang dilantik dalam organisasi tersebut.
Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sumbawa, Ir H Iskandar MEc DEv yang dikonfirmasi Gaung NTB usai pelaksanaan pelantikan Pengurus LATS di Istana Tua Dalam Loka, sabtu (18/03) mengatakan bahwa ada 40 rekomendasi Muzakarah Rea yang harus dipikirkan dan ditangani dan semoga dapat direalisasi. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk melaksanakan 40 rekomendasi tersebut yakni penyamaan persepsi dari semua Pajatu Adat yang dipimpinnya, sebab bagaimanapun jika tidak memiliki persepsi yang sama dari semua unsur–unsur yang ada maka roda organisasi akan melambat.
“Dari 40 rekomendasi tersebut, akan dikelompokkan atau dipilah terhadap AMAN yang dahulu dikerjakan secara bersama, mana yang harus dilakukan secara bertahap, itu akan kami cermati”, ujar H Iskandar yang akrab disapa H Ande.
H Ande yang juga Kepala Bappeda Sumbawa, ketika diminta tanggapannya terhadap adanya Ranperda Masyarakat Adat yang diinisiasi oleh DPRD Sumbawa, pada prinsipnya jika masyarakat berkehendak untuk hal itu, sama juga dengan Perda LATS yang lahir dari inisiatif DPRD Sumbawa, lahir dari rahim yang sama. “Apakah Perda yang lahir ke dua ini akan meniadakan Perda yang pertama, silahkan dipelajari oleh lembaga yang melahirkan Perda tersebut. Jika Perda tersebut dianggap bertentangan, hilangkan salah satu Perdanya dulu”, tegas H Ande.
Ketua PARIWA ADAT
Di tempat yang sama, Sekretaris Majelis Adat, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sumbawa, Syukri SAg menjelaskan bahwa pengurus LATS yang dulu berbeda dengan pengurus yang baru dilantik sekarang. Kalau struktur pengurus LATS yang baru ada lembaga baru yakni Dewan Kehormatan Adat, dari kepengurusan ada perampingan pengurus dari yang dulu berjumlah sekitar 700 orang kini menjadi 99 majelis adat, Pajatu Adat ada 9 bidang yang dulunya ada 14, artinya tidak terlalu bengkak dan lebih efektif, termasuk dalam kepengurusan struktur yang baru ini terdapat sejumlah tokoh tokoh muda yang diakomodir untuk ikut terlibat. “Jumlah pengurusan LATS yang dulu berbeda jauh dari yang sekarang lebih ramping. Untuk Majelis Adatnya termasuk tokoh dari KSB sehingga jumlah Majelis Adatnya 99 orang yang berkiblat dari semangat Asmaul Husnah dalam Loka Samawa”, jelas Syukri.
Dipaparkan Syukri, disamping kepengurusan tersebut, ada terdapat PARIWA ADAT (Pemangku Adat) yakni Drs Abdul Rahman atau Datu Mas Mira yang merupakan anak dari Datu Ranga di Bala Karang Pekat Sumbawa, sedangkan PARIWA ADAT untuk Kamutar Telu KSB yakni DR KH Lalu Zulkifli Muhadli. “Kami telah berkomitmen untuk menjaga marwah adat Tana Samawa dan berharap agar kepengurusan LATS yang baru dapat bekerja maksimal karena kami sadari LATS Sumbawa sangat luar biasa dan menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus yang baru dilantik”, tandas Syukri.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply