PT Newmont Nusa Tenggara

KONDISI MANTAP JARINGAN JALAN SUMBAWA CAPAI 62 PERSEN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari 951,51 Km panjang jalan Sumbawa sekarang ini baru tercapai 62% dalam kondisi mantap, karena itu Pemda Sumbawa dibawah kepemimpinan pemerintahan Bupati HM Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah (Husni-MO) melalui leading sektor dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa dalam tahun anggaran 2017 ini bertekad untuk dapat memantapkan jaringan jalan yang ada bisa mencapai angka 65% – 70% dengan menyerap anggaran sekitar Rp 67 Miliar, ungkap Kadis PUPR Sumbawa Lalu Suharmadji ST MT dalam perbincangan khususnya dengan Gaung NTB diruang kerjanya kemarin.
Dijelaskan, untuk tahun 2017 berdasarkan hasil pembahasan DPA tahun 2016 kita laksanakan ini, memang diprioritaskan bagi penanganan infrastruktur jalan untuk wilayah selatan seperti jalan Ropang-Lawin, Simpang Lawin – Labangka, Lantung – Padesa, Tepal – Baturotok, Pelita – Baturotok dan Teladan – Kelawis itulah yang diprioritaskan untuk penanganannya, karena bagaimanapun juga kondisi mantap jaringan jalan Sumbawa ini harus bisa ditempuh dan dicapai sampai 65% – 70% paling tidak dalam tahun 2017 ini.
Namun, disatu sisi karena lokasi-lokasi itu juga adalah lokasi yang kejadian bencananya beberapa waktu lalu tidak bisa dipungkiri seperti tanah longsor dan lain sebagainya terang Suharmadji akrab Kadis PUPR ini disapa, dan hal itu juga membutuhkan recovery yang tidak sedikit, dimana untuk saat ini sejumlah alat berat milik Dinas PUPR yakni dua alat berat Excavator standby di kawasan Orong Telu dan Lantung – Ropang untuk menunjang dan membantu akses kelancaran jalan yang bisa digunakan dan dilewati oleh masyarakat, begitu pula untuk jalan wilayah lain seperti dibagian Utara sifatnya lebih datar karena rata-rata jalan yang kena bencana itu seperti tebing, ada dekker yang jebol juga ditangani dengan baik.
Menurut Suharmadji, total anggaran jalan tahun 2017 ini mencapai sekitar 67 Miliar dan khusus untuk Sumberdaya Air (SDA) anggarannya sekitar Rp 30 Miliar lebih dan itu tidak dimasukkan untuk lokasi yang terkena banjir karena itu sudah ada di DPA terlebih dahulu, dimana untuk penanganan pasca banjir 29 Januari 2017 lalu seperti di Pamulung dan pengaman pantai di Muara Kali Labuan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas telah dilakukan pembenahan secara gotong royong bersama masyarakat, sementara untuk jalan mantap tetap dilakukan shaering karena dari 951,51 Km panjang jalan Sumbawa sekarang ini baru tercapai 62% dalam kondisi mantap, tukasnya.
Oleh karena itu kata Suharmadji, Dinas PUPR sesuai dengan visi misi dan tugas yang diemban ingin merubah pola di tahun 2017 ini bahwa kondisi jalan yang mantap adalah dari segi akses jalannya bukan dari segi hotmix tetapi LPA dan LPB juga mantap. Nah tugas kita disini adalah bagaimana melakukan penanganan dan pembenahan jaringan jalan khusus yang masuk daftar status K-1, adapun nanti untuk poros desa transdes itu kita akan upayakan untuk diajukan ke Pemerintah Pusat dan kalau untuk jalan dilingkungan perumahan dan lainnya termasuk soal air bersih dan rehab rumah itu nanti ada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang akan menanganinya sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
*Pelebaran Jalan Bullevart Garuda
Untuk pekerjaan umum dan penataan ruang sambung Suharmadji, Dinas PUPR menangani bidang Bina Marga khusus jalan yang berstatus K-1 dan sumberdaya air, tapi sampai dengan di kawasan sekunder dan tersiernya itu ada di Dinas Pertanian, tukasnya serya menjelaskan khusus untuk pelebaran jalan Bullevart Garuda dari hasil ekspose dan pertemuan beberapa waktu lalu di lantai III Kantor Bupati Sumbawa dan Alhamdulillah warga masyarakat terkena dampak sudah setuju, mulai dari depan Perum Bulog Sumbawa sampai dengan jembatan pelimpit itu didepan RSUD Sumbawa sepanjang 1,5 Km, dengan lebar direncanakan tetap masuk di angka 21,5 meter dengan dua jalur empat lajur, artinya nantinya dari as jalan diambil 10,75 meter kiri – kanan, namun ditempat-tempat yang ada belokan (edingemennya) perlu perbaikan, sehingga tidak semestinya 10,75 meter mungkin lebih agar dapat dilakukan rekayasa tikungan jalan, dengan anggaran bagi pembangunan fisik jalan tersebut dialokasikan tahun anggaran 2018 mendatang.
Dikawasan jalan Garuda tersebut juga akan dibangun tambahan sebuah jembatan pelimpit dibangun berdampingan dengan jembatan kerangka baja yang sudah ada sebelumnya dengan memakai rangka baja gerder, sehingga akan dapat memperlancar arus lalu lintas di jalan Garuda tersebut, paparnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply