PT Newmont Nusa Tenggara

Ketentuan Penggunaan Dana BOS Untuk Jenjang SMK

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Untuk jenjang SMK, pengalokasian dana BOS tidak jauh beda dengan jenjang pendidikan dibawahnya seperti SD dan SMP. Dana BOS dapat dialokasikan meliputi, Pembelian Buku, dimana sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks pelajaran yang terdiri dari buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah.
Selain itu dana BOS tersebut juga dapat dialokasikan untuk Pengadaan Alat Habis Pakai Praktikum Pembelajaran SMK, seperti Pembelian alat habis pakai yang ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran teori dan praktikum kejuruan, pembelian peralatan ringan,pembelian peralatan praktikum IPA, Pembelian peralatan praktikum bahasa, Pembelian suku cadang alat praktikum komputer,. pembelian alat praktek olahraga, Pembelian alat praktek kesenian, Biaya transportasi dan konsumsi dalam pembelian alat habis pakai praktikum pembelajaran SMK.
Selanjutnya untuk Pembiayaan Pengelolaan Sekolah seperti pembelian alat tulis kantor yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan pembelajaran, administrasi kantor administrasi bursa kerja khusus, penyiapan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama (LSP-P1) antara lain buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, CD, flashdisk, toner, buku induk siswa, buku inventaris, buku raport, buku induk guru, dan alat bahan sejenisnya, kemudian Pembelian peralatan kebersihan sekolah, Pembelian peralatan kesehatan dan keselamatan, Pengembangan Perpustakaan, Pembiayaan Pengelolaan BOS SMK, selanjutnya untuk penyewaan internet (Warnet), kemudian dialokasikan untuk Honor petugas pendataan Dapodikdasmen.
Selanjutnya untuk Dana BOS dapat digunakan untuk pembiayaan Langganan Daya dan Jasa seperti biaya listrik, telepon, air, langganan koran, majalah/publikasi berkala yang terkait dengan pendidikan, baik offline maupun online, dan iuran kebersihan/sampah;
Juga dapat digunakan untuk Penyelenggaraan Evaluasi Pembelajaran, seperti biaya kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat kompetensi, ujian sekolah dan Ujian Nasional.
Selanjutnya untuk biaya Kegiatan Penerimaan Siswa Baru, termasuk pendaftaran ulang untuk siswa lama, kemudian biaya untuk Kegiatan pembelajaran/Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler, Pemeliharaan dan Perawatan Sarana/Prasarana Sekolah agar tetap berfungsi dan layak digunakan, seperti
Pengecatan, perawatan dan perbaikan atap bocor, pintu dan jendela, mebeler, lantai, plafond, lampu/bohlam dan lainnya, selain itu juga untuk perbaikan mebeler, termasuk pembelian meja dan kursi siswa/ guru jika meja dan kursi yang ada sudah tidak berfungsi atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan, Perawatan dan perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC dan Perawatan dan perbaikan instalasi listrik sekolah;
Dana BOS juga dapat digapai untuk Penyelenggaraan Kegiatan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Kejuruan, meliputi biaya pendaftaran uji kompetensi; pembelian bahan ujian kompetensi; fotocopy, konsumsi, pengadaan sertifikat, transportasi, akomodasi dan jasa profesi bagi nara sumber/assesor dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya wajar di daerah.
Selanjutnya untuk biaya Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, Praktek Kerja Industri (Prakerin)/Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Dalam Negeri dan Pemagangan, kemudian biaya untuk Pengembangan Sekolah Rujukan, biaya Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran Kejuruan.
Biaya untuk Pembelian Peralatan Komputer Pembelajaran,seperti membeli komputer desktop/work station untuk digunakan dalam proses pembelajaran, dengan jumlah maksimal yang dapat dibeli adalah 5 (lima) unit/tahun.
Larangan Penggunaan Dana BOS
Dana BOS yang diterima oleh sekolah tidak boleh digunakan untuk hal-hal berikut seperti disimpan dengan maksud dibungakan, dipinjamkan kepada pihak lain,
Membeli software/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS atau software sejenis, tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, tur studi (karya wisata) dan sejenisnya. Selanjutnya juga tidak boleh untuk membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD kecamatan/kabupaten/kota/provinsi/pusat, atau pihak lainnya, kecuali untuk biaya transportasi dan konsumsi siswa/pendidik/ tenaga kependidikan yang mengikuti kegiatan tersebut. juga tidak boleh untuk membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru, tidak boleh digunakan untuk membiayai akomodasi kegiatan seperti sewa hotel, sewa ruang sidang, dan lainnya, tidak boleh untuk membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah) dan tidak boleh digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat
Selain itu dana BOS SMK juga tidak boleh untuk membangun gedung/ruangan baru, kemudian tidak boleh untuk membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran, tidak boleh untuk menanamkan saham, tidak boleh untuk membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar.
Selanjutnya tidak boleh untuk membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasional sekolah, misalnya membiayai iuran dalam rangka upacara peringatan hari besar nasional, dan upacara/acara keagamaan, tidak boleh untuk membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD pendidikan provinsi/ kabupaten/kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak boleh untuk membayar honorarium kepada guru dan tenaga kependidikan atas tugas/kegiatan yang sudah merupakan tugas pokok dan fungsi yang telah diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku. Dan tidak boleh untuk untuk membayar honor rutin bulanan guru dan tenaga kependidikan/non kependidikan honorer.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply