PT Newmont Nusa Tenggara

Dinas Pangan dan PKK Bangun Karjasama Program Tancap Gas dan KRPL

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kementerian Pertanian bersama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa membangun kerjasama dalam sebuah program yang dinamakan program Tancap Gas. Program tersebut barkaitan dengan kagiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang diluncurkan melalui Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa. Program Tancap Gas tersebut dihajatkan untuk membantu masyarakat dalam memanuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dinas Pangan, Ir Syirajuddin, ketika ditemui Gaung NTB di ruang kerjanya Senin (27/2), menerangkan bahwa program Tancap Gas, merupakan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dimana program tersebut dihajatkan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari, seperti halnya cabai dan lainnya, juga sebagai pemasukan tambahan bagi masyarakat serta untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Program tersebut pada dasarnya terbangun atas dasar kesepakatan atau MoU yang telah dibangun antara TP PKK Pusat dengan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pangan, sehingga diteruskan sampai pada tingkat Kabupaten/kota melalui Dinas Pangan,” jelas Ir Syirajuddin.
Menurut Ir Syirajuddin, dari kegiatan tersebut TP PKK Kabupaten memberikan bantuan berupa bibit cabai kepada masing KRPL yang telah dibentuk oleh Dinas Pangan yakni sebanyak 5 kelompok wanita, kelompok wanita Desa Barare, Moyo, Serading, Mapin Rea dan Batu Nisung. Dimana anggota dari ke 5 kelompok tersebut, masing-masing kelompok berjumlah 25 orang, sehingga total bantuan bibit yang diberikan berjumlah 2.500 bibit.
Sementara kelompok wanita yang telah dibentuk tersebut, akan ada kegiatan lain yakni kegiatan KRPL yang anggarannya dari dana Dekon yang berjumlah 147 juta, masing-masing kelompok akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta sehingga total untuk KRPL mencapai Rp 75 juta yang akan dicairkan dalam satu tahapan saja, sementara sisa dari anggaran tersebut untuk manajemennya dimana salah satunya untuk pelatihan anggota kelompok maupun pendamping. 
“Kalau dilihat pada tahun sebelumnya, tahap pencairan anggaran hingga 3 tahap, hal itu lantaran anggarannya besar anggarannya mencapai 50 juta per/kelompok,” jelasnya.
Dari jumlah dana tersebut kata Ir Syirajuddin, kemudian dibagi dalam 3 tahap kegiatan dengan anggaran yakni Rp 6 juta untuk pengadaan bibit sayur-sayuran, 2 juta untuk kebun bibit sayuran dan 7 juta untuk instalasi pengairannya dari rumah ke rumah, hal tersebut untuk mempermudah anggota kelompok dalam melakukan penyiraman.
“Melalui program Tancap Gas dan KRPL tersebut diharapkan akan dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gizi, lantaran kebutuhan pokok sudah tersedia di pekarangan,” harapnya.
Selain itu, sambung Syirajuddin, dengan program tersebut akan menjadi nilai tambah ekonomi masyakat, sehingga kedepannya tidak ada lagi pedagang sayur yang berjualan di daerah tempat KRPL, melainkan para pedagang tersebut membeli sayur pada kelompok KRPL,” demikian Syirajuddin

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply