Pemkec Batu Lanteh Atasi Sendiri Dampak Bencana

0
258
loading...
loading...

Semongkat, Gaung NTB
Pemerintah Kecamatan Batu Lanteh bekerja sama dengan Polsek dan Koramil setempat bergerak cepat saat sejumlah lokasi terancam terisolir akibat bencana alam yang terjadi dalam satu pekan terakhir di wilayah itu.
Beberapa titik terjadi longsor dan tanah bergerak hingga menutup jalan lintas Sumbawa-Semongkat. Di samping itu, banjir juga telah memutus sebagian jembatan limpas yang mengancam keterisoliran Dusun Semongkat Sampar.
Lantaran banyaknya lokasi bencana, Kecamatan Batu Lanteh menjadi kurang diprioritaskan dalam penanggulangan tanggap darurat. Menurut Sekretaris Kecamatan Batu Lanteh, Syarifah SSos MSi, menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemda Sumbawa melalui Posko Tanggap Darurat, namun penanganan longsor dan jembatan putus di wilayahnya tidak dapat disegerakan. Pemda dan seluruh stake holder yang terjun langsung di lapangan fokus pada penanganan menyangkut jiwa dan wilayah pemukiman.
Tidak mau bergantung dan takut masyarakatnya terisolir, Syarifah bersama seluruh jajaran Kecamatan, mengerahkan swadaya langsung masyarakat. “Banyak pohon tumbang menutup jalan raya, warga kami minta membawa gergaji mesin, kami membantu beli solarnya,” ucap Syarifah yang akrab dipanggil Ipun itu.
Selain soal pohon tumbang, material longsoran pun dibersihkan oleh masyarakat dengan alat sederhana meskipun pekerjaan itu harusnya dilakukan dengan alat berat. “Apa boleh buat, alat berat dipakai di tempat lain, kami mengambil keputusan untuk bergotong royong dalam intaian bahaya longsor berikutnya, karena hujan masih sangat deras di sini,” kata Ipun.
Demikian pula terhadap jembatan yang runtuh. Ipun mengaku tidak ingin membiarkan persoalan berlarut-larut dengan menunggu bantuan Kabupaten. “Kami melakukan tanggap darurat seadanya. Bagian jembatan yang putus kami sambungkan dengan bambu dan kayu seadanya agar dapat dilintasi minimal oleh kendaraan roda dua,” terangnya.
Meski sederhana, konstruksi jembatan darurat dari bambu itu cukup kuat. Buktinya dapat menahan beban saat dicoba dilintasi dengan mobil dinas Camat.
Tak pelak, upaya yang tidak lepas dari Syarifah ini membuatnya lebih terkenal. Sebuah postingan di media sosial, menyebutnya sebagai “Wanita Tangguh” karena bekerja dalam tekanan cuaca yang berat menjadi viral dan disukai banyak facebooker.
Wahyudi Dirgantara, seorang aktivis dunia maya yang juga admin grup “Rungan Samawa” yang memiliki anggota puluhan ribu akun, menulis komentar memuji Syarifah Ipun. “Luar biasa… semangat ibu kita kartini .. Disaat pejabat lain ongkang2 di dalam kota, wanita cantik ini justru menikmati pekerjaannya dgn cara bertarung dgn bencana..”
Bos media Gaung NTB pun mengirim pujian dengan menulis komentar dalam bahasa Samawa. “man mo beang dadi sekcam, beang dadi camat bau ada camat soai (jangan lagi diberi jabatan Sekcam, angkat menjadi Camat biar ada Camat perempuan,” katanya.
Bahkan ada juga rekan sejawatnya memberi nilai plus, seperti dilontarkan Camat Lantung Iwan Sofyan, dengan menyatakan “Selama ini banyak membackup tugas fungsi camat mb Syarifah Ipun maka pantas dah nantinya memimpin Wilayah.” banyak lagi kementar-komentar memujinya.
Namun sejumlah komentar yang memujinya ditanggapi dingin. “Saya hanya menjalankan tugas, di mana saya saat dipercaya di Batu Lanteh,” katanya dalam nada datar kepada Gaung NTB, Minggu (12/2).
Setelah wilayahnya dirasa aman terkendali, sang Wanita Tangguh itupun tidak membiarkan waktunya terbuang begitu saja. Ia pun tidak mengambil kesempatan hari libur Sabtu-Minggu untuk beristirahat. Ia memilih menghabiskan banyak waktu dan tenaganya untuk ikut membantu penanganan musibah banjir di wilayah kota dan Kecamatan Moyo Hilir serta Moyo Utara. Luar biasa.

loading...

LEAVE A REPLY