Bupati Sampaikan Progres Pembangunan Setahun Pemerintahan Husni– Mo

0
311
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Bupati Sumbawa H M Husni Djibril BSc memimpin langsung Upacara Paripurna yang diikuti oleh Wakil Bupati Sumbawa dan seluruh jajaran pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Jum’at (17/2).
H Husni dalam amanatnya menyampaikan, Upacara Paripurna pada tanggal 17 Februari 2017 sangat spesial karena bertepatan dengan satu tahun usia Pemerintahan Husni-Mo dalam menakhodai roda Pemerintahan Kabupaten Sumbawa.
Dalam kesempatan itu H Husni menyampaikan bahwa hasil kerja keras selama satu tahun dalam berbagai bidang pembangunan ada yang sudah tercapai sesuai target tahunan, namun tidak sedikit juga yang masih belum sesuai dengan ekspektasi.
Hal itu berarti katanya, dalam 4 tahun kedepan, tantangan yang dihadapi masih membentang luas. “Dibutuhkan komitmen yang tinggi, kerja keras dan kolaborasi sinergis untuk mencapai mimpi mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat,” ujarnya.
Sebagian indikator yang belum mampu direalisasikan sesuai dengan target yang ditetapkan jelas H Husni, diantaranya tingkat pertumbuhan ekonomi, dalam RPJM 2016-2020 katanya ditargetkan untuk tahun pertama sebesar 6,83 persen, namun perkiraan pencapaian berkisar antara 5,5-6,0 persen. Kemudian angka kemiskinan ditargetkan turun dari 16,73 menjadi 14,73 pada tahun pertama, namun perkiraan pencapaian hanya sebesar 15-16 persen. Selanjutnya penilaian LAKIP ditargetkan pada tahun pertama meningkat dari CC menjadi B, namun realisasinya Kabupaten Sumbawa masih berada posisi nilai CC.
Selain itu rasio jalan mantap ditargetkan meningkat dari posisi 60,72 persen menjadi 68,58 persen pada tahun pertama namun kenyataannya baru mampu mencapai angka 64,92 persen. Demikian pula dengan Puskesmas terakreditasi ditargetkan 4 unit pada tahun pertama, namun yang terealisasi hanya 1 unit saja.
Namun banyak pula indikator yang telah ditetapkan dalam RPJM telah berhasil di lampaui, seperti telah berhasil meningkatkan PDRB per kapita sesuai target yang ditetapkan. Demikian juga dengan angka rata-rata lama sekolah, angka harapan lama sekolah, telah berhasil menurunkan angka kematian bayi sesuai target, meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka pengangguran terbuka sesuai terget yang ditetapkan, serta nilai tukar petani juga terus beranjak naik melampaui target yang ditetapkan.
Disampaikan pula H Husni, bahwa untuk tahun ini, akan diluncurkan program Kredit Bersahabat sebagai implementasi Gerakan Desa Bebas Rentenir sebesar Rp 15 milyar yang diperkirakan dapat teralokasi pada 30 hingga 40 desa atau 27 persen dari jumlah desa. Kemudian untuk pembangunan pasar induk sudah dimulai pada tahun 2017 ini dengan mengalokasikan dana untuk kegiatan pematangan lahan yang akan berlanjut pada tahun 2018. Peningkatan kualitas pelayanan publik telah meningkat secara siginifikan dengan keberhasilan meraih predikat zona hijau dari Komisi Ombudsman.
Hal yang tak kalah penting juga disampaikan Haji Husni, yakni berkaitan dengan progres Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pada tahun pertama jelasnya, telah berhasil melakukan penataan organsaisi perangkat daerah dan menempatkan personel yang diharapkan bisa menggerakkan roda birokrasi secara profesional dan akseleratif. Hasil dari penataan tersebut katanya akan terlihat pada kualitas pelaksanaan agenda pemerintahan dan pembangunan tahun 2017 ini.
“Saya berharap, perhatian masyarakat yang besar terhadap kebijakan penataan personel bisa menjadi motivasi bagi saudara-saudara sekalian untuk menunjukkan kinerja secara optimal, di pundak saudara-saudara harapan saya dan harapan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang lebih baik disandarkan”, harap Bupati Sumbawa.
Selanjutnya disampaikan bahwa momentum Upacara Paripurna tersebut juga terasa sangat sentimentil. Kerena ada nuansa prihatin namun tentu tak harus kehilangan optimisme.
Adalah hal yang wajar kata H Husni, jika mengalami keprihatinan yang mendalam mengingat beberapa hari yang lalu hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa dari bagian Barat sampai bagian Timur, dari Utara hingga Selatan dilanda bencana secara beruntun. Puncaknya dari tanggal 8 hingga 12 Februari, ada 14 kecamatan yang dilanda banjir besar. Bahkan sebelumnya pada tanggal 31 Januari dan 6 Feruari banjir sudah melanda Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas dan Unter Iwes. Selain bencana bencana banjir, di wilayah Kabupaten Sumbawa bagian selatan juga mengalami musibah tanah longsor yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan. Bencana banjir dan tanah longsor ini tentu saja membawa kerugian yang sangat besar bagi Kabupaten Sumbawa.
Disampaikan H Husni, bahwa bencana dalam berbagai bentuk dan dimensinya, selalu memiliki dua sisi, yakni bisa jadi merupakan teguran dari Allah atas kelalaian atau kesalahan yang pernah dilakukan secara sadar maupun tidak. Untuk itu kata Haji Husni, telah berkali-kali memohon ampun kehadirat Allah.
“Saya juga telah mengeluarkan edaran yang berisi himbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan doa bersama dalam istilah kita Tau Samawa, “Tu Eneng Kerik Salamat Sengedo Gama Desa Darat Tau Kalis Bala Bencana”, jelasnya.
Dari sisi yang lain sambungnya, bencana yang di hadapi bisa juga merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah untuk melatih kesabaran yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat ketakwaan kepada Allah.
Dibalik ujian katanya, akan muncul hikmah, dan hikmah ini sungguh terasa pada cara dan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Musibah ini, telah membangkitkan kepedulian dan solidaritas kita yang tercermin dari berbagai aksi dan tindakan bahu membahu, tolong menolong dan bergotong royong meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah,” paparnya.
Tanpa disadari katanya, bencana ini telah menjelma menjadi solidarity maker, pembangkit atau penguat rasa solidaritas yang selanjutnya akan menjadi modal sosial dalam pelaksanaan berbagai agenda pemerintahan dan pembangunan.

loading...

LEAVE A REPLY