Banjir Terjang Hampir Seluruh Kecamatan di Wilayah Sumbawa

0
270
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Kabupaten Sumbawa menyebabkan terjadinya intensitas hujan lebat selama beberapa hari disertai angin kencang. Akibat cuaca ekstrim tersebut, nyaris seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Sumbawa diterjang banjir hingga banjir susulan, pohon tumbang dan longsor.
Kepala Bidang (Kabid) Rehab dan Rekon BPBD Sumbawa, Muttaqien ST Msi yang ditemui Gaung NTB di lokasi banjir pada, Sabtu (11/02) kemarin menjelaskan dari data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, hingga Sabtu (11/02) kemarin, menyebutkan bahwa wilayah Kecamatan Sumbawa yang diterjang banjir pada 7 Februari 2017 lalu tercatat ada sekitar 557 KK atau 1.934 jiwa warga yang rumahnya terdampak banjir sungai kota.
Labuhan Badas, banjir merendam rumah warga sebanyak 2.690 KK atau 10.051 jiwa. Keesokan harinya, pada 08 februari 2017, banjir menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Tarano, Empang, dan Lape. Dari kejadian tersebut tercatat, di wilayah kecamatan Tarano sebanyak 1.812 KK atau 7.248 jiwa warga yang terdampak banjir. Di wilayah Kecamatan Empang, tercatat 1.085 KK atau 4.340 jiwa warga yang terdampak banjir. Dan di Kecamatan Lape, tercatat sebanyak 733 KK atau 3.266 jiwa warga yang terdampak banjir. Selanjutnya pada 09 februari 2017, banjir melanda Kecamatan Moyo Hilir, Moyo Utara, Unter Iwes. Dari kejadian tersebut, di wilayah Kecamatan Moyo Hilir tercatat sebanyak 806 KK atau 3.224 jiwa warga yang terdampak banjir. Di Kecamatan Moyo Utara, tercatat sebanyak 1.402 KK atau 5.669 jiwa warga yang terdampak banjir. Di wilayah Kecamatan Unter Iwes, tercatat sebayak 60 KK atau 300 jiwa warga yang terdampak banjir. Pada hari itu juga, banjir bandang susulan kembali berlangsung di wilayah Kecamatan Sumbawa dengan meluapnya air sungai kota sekitar pukul 12.00 wita siang, tercatat sebanyak 2.747 KK atau 10.031 jiwa warga yang terdampak banjir bandang, papar Muttaqien.
Lebih lanjut dipaparkan Muttaqien,  akibat banjir bandang tersebut terdampak pada tenggelamnya areal pertanian warga di beberapa kecamatan. Adapun kecamatan yang yang terdampak areal pertaniannya seperti, Kecamatan Moyo Hilir seluas 1. 374 hektar areal, kecamatan Moyo Utara seluas 1.639 Hektar areal, Kecamatan Lape seluas 650 hektar areal, Kecamatan Empang seluas 622 hektar areal, Kecamatan Maronge seluas 40 hektar areal, Kecamatan Plampang seluas 255 hektar areal, Kecamatan Utan seluas 2 Hektar areal, dan Kecamatan Moyo Hulu seluas 12 hektar areal yang tenggelam akibat banjir. Selain tenggelamnya areal pertanian, banjir bandang juga berdampak pada kerusakan pisik pembangunan dan lingkungan. Dari catatan BPBD sumbawa, pengaman muara tebing sungai seluas 100 meter, jembatan semongkat sampai putus dan longsor, pengaman tebing sungai brang biji tergerus (roboh), ruas jalan Tepal – Batu Dulang longsong pada beberapa titik, jalan menuju belakang Transito kelurahan brang biji hampir putus, bronjong pengaman sungai di depan Kodim Asrama Lama kelurahan brang bara, belakang hotel 99 dan gang Dinamika Kelurahan Lempeh mengalami kerusakan, serta rusaknya pengaman pantai Labuhan Sumbawa. “itu data sementara yang tercatat sampai dengan hari sabtu (11/02) kemarin, belum termasuk warga yang terdampak banjir pada sabtu sore – malam dan hari minggu pada beberapa kecamatan”, ujar Muttaqien.
Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten sumbawa sejak terjadi banjir bandang, yakni melakukan langkah langkah dini terhadap korban yang terdampak banjir seperti melakukan upaya evakuasi korban, memberikan makanan siap saji, mendirikan dapur umum yang di pusatkan di Dinas Sosial Kabupaten sumbawa, melakukan kordinasi lapangan dalam hal evakuasi dan distribusi makanan siap saji.

loading...

LEAVE A REPLY