PT Newmont Nusa Tenggara

Road Map Sumbawa Beef Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemda Sumbawa melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak tahun 2016 lalu sudah merencanakan program Sumbawa Beef, sebagai salah program unggulan di Kabupaten Sumbawa. Pemda Sumbawa melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menyusun Road Map Sumbawa Beef. Road Map Sumbawa Beef, itu direncanakan untuk dapat mencapai tujuan yang diprogramkan yang diagendakan dalam jangka waktu 5 tahun dari tahun 2017 ini hingga 2021 mendatang.
Dalam menyusun Road Map Sumbawa Beef, Dinas Peternaan dan Kesehatan Hewan, didukung oleh Program Penelitian Applied Rsearch and Innovasional Systems in Agricultur (ARISA) kerja sama Konsorsiu, Riset Ruminansia Besar (BRRB) Universitas Mataram dengan CSRIO Aiustralia.
Road Map Sumbawa Beef tersebut, mulai dari perencanaan hingga action dilapangan direncanakan akan berlangsung selama 5 tahun, meliputi untuk tahun pertama akan dilakukan singkronisasi regulasi terhadap sistem produksi, kemudian tahun kedua akan dilakukan penataan kelembagaan pendukung sistem produksi. Selanjutnya untuk tahun ketiga dilakukan pengembangan inovasi sistem produksi dan pengelolaan hasil, kemudian tahun keempat dilakukan pengembangan inovasi sistem pemasaran dan tahun kelima adalah proses penetrasi pasar produk Sumbawa Beef dan terbentuknya sistem produksi dari hulu hingga ke hilir.
Road Map Sumbawa Beef itu diharapkan dapat menjadi acuan dan arahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pengembangan sapi potong di Kabupaten Sumbawa. “Keberhasilan program Sumbawa Beef ini sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak,” harap Kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, Ir Talifuddin.
Disampaikan pula, secara khusus tujuan pembuatan Road Map Sumbawa Beef ini meliputi hal-hal sebagai berikut meningkatkan daya saing daging sapi dan sapi asal Sumbawa di pasaran regional dan nasional, kemudian membangun sistem produski sapi potong yang produktif, menguntungkan dan berkelanjutan serta menjaga kesimbangan antara populasi dengan daya dukung wilayah.
Adapun dampak yang diharapkan melalui program Sumbawa Beef ini, antara lain akan terjadi peningkatan pendapatan peternak karena melalui penggemukan sapi menggunakan 100 persen Lamtoro yang akan menjadi pakan khusus Sapi Potong tersebut akan memberikan penghasilan jauh lebih tinggi bagi peternak dibandingkan penggemukan menggunakan rumput unggul dan silase jagung.
Selanjutnya dampak dari Sumbawa Beef yakni adanya penyerapan tenaga kerja lokal. Melalui pemeliharaan sapi berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kemudian peningkatan ekonomi kawsan. Melalui peningkatan produksi sapi akibat perbaikan kualitas pakan dan menajemen pemeliharaan dapat terjadi peningkatan produksi daging jauh lebih tinggi.
Sebelumnya dijelaskan bahwa Sumbawa Beef adalah daging sapi berkualitas tinggi, aman, halal dan bersertifikat yang diperoleh dari ternak sapi di Pulau Sumbawa yang diberikan pakan hijauan unggul. Yang dimaksud dengan Daging herbal yakni daging sapi yang hanya mengkonsumsi hijauan terutama Lamtoro, rerumputan dan sumber energi yang memiliki nilai gizi yang cukup untuk mendukung produktivitas tinggi, kemudian Daging berkualitas tinggi yakni daging yang diperoleh dari sapi yang pertumbuhannya sesuai umum yakni umur 24 bulan dengan berat 300 kg, mengandung berbagai senyawa bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Selanjutnya Daging aman yakni daging yang bebas penyakit dan tidak menggunakan hormon pertumbungan, kemudian Daging halal yakni daging yang dihasilkan dari sapi yang status kepemilikan dan sisilahnya jelas, legal diperlihara sesuai dengan prinsip kesejahteraan hwan dan dipotong serta di proses sesuai dengan syariat Islam dan yang dimaksud dengan Daging besertifikat yakni daging yang disertifikasi oleh lembaga independent yang ditetapkan pemerintah.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply