Wujudkan e-Government, Diskominfotik Kembangkan Smart City

0
294
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Kabupaten Sumbawa akan mengembangkan Smart City atau Kota Pintar. Itu dilakukan untuk mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau E-Government.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) melalui Kasi Aplikasi dan Tata Kelola e-Government Mirajuddin ST kepada Gaung NTB Senin (9/1), menyampaikan penerapan Smart City juga bisa berfungsi sebagai sarana untuk menciptakan Clean Government (pemerintahan yang bersih).
Melalui program Kerjasama Antar Daerah (KSAD), jelas Raju—sapaan Mirajuddin, pihaknya akan melakukan Memorandum of Understanding (nota kesepahaman) dengan salah satu dari 2 kota yakni antara Bandung atau Tanggerang. “Saat ini kami sedang menanti keputusan Bupati Sumbawa” katanya.
Menurutnya, 2 kota tersebut memiliki aplikasi untuk Smart City yakni sebanyak 165 buah seperti aplikasi Little Bandung, Antrean Daring, E-Budgeting, Infrastruktur Daring, Sakip, Monitoring Media Social dan masih banyak lagi yang lainnya. Apabila Kabupaten Sumbawa melalui Diskominfotik dapat melakukan MoU, kata Raju, maka aplikasi itu bisa dihibahkan secara gratis.
Mirajuddin menyebutkan, aplikasi pelayanan publik digital itu cukup mahal harganya apabila didapat melalui perusahaan penyedia jaza. Oleh karena itu, solusi terbaik yakni bekerjasama dengan pemerintah kota yang telah menjadi pelopor. “Tim Diskominfotik akan belajar atau mengikuti pelatihan mendalam tentang sistem pengoperasian aplikasi tersebut.” jelasnya.
Mirajudin menyampaikan, di Kota Bandung ada Command Center yang berfungsi untuk mengetahui berbagai macam problema yang terjadi di masyarakat. “Kami berharap Smart City dapat segera diterapkan di Kabupaten Sumbawa, agar kita tidak kolot dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik apalagi sekarang ini sudah memasuki era digitalisasi semua orang mengakses internet sebagai bagian dari aktivitas mereka sehari-hari maka pelayanan publik secara prima harus mampu disesuaikan dengan perkembangan zaman” demikian tutup Mirajuddin.

loading...

LEAVE A REPLY