Pesan Religius Sang Bhabin Seteluk Atas Untuk Rekan Seprofesinya

0
305
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB
Menjadi seorang Muslim yang ta’at memang lebih sulit dari mengucapkannya. Setiap harinya selalu disibukan dengan berbagai kesibukan duniawi, yang membuat nyaris lupa sebaliknya terlena.
Tidak heran, akibat faktor kesibukan urusan duniawi berdampak melalaikan kewajiban sebagai ummat beragama. Khususnya memenuhi kewajiban kepada Tuhan yang maha kuasa.
Yang lebih parahnya lagi, tak sedikit orang yang dengan sengaja alias pura pura lupa, bahwa apa yang miliki saat ini adalah sebuah titipan sang pemilik semesta alam.
Hal ini mengajarkan Bripda Zam Zam, yang tengah bertugas melakukan pengamanan pelantikan kepala desa terpilih, di lantai III gedung Setda KSB, Kamis (05/01).
Bripda Zam Zam yang secara tidak sengaja melintas disebuah sudut ruangan di Setda, mengaku terkejut dan tergugah melihat sosok AIPDA Nurlana—Bhabinkamtibmas Desa Seteluk Atas—tengah khusu’ melaksanakan ibadah Sholat Sunnah Dhuha’, tepat di pinggiran bangunan kantor gedung Setda. “Dari pengalaman/apa yang saya lihat tersebut, saya merasa malu terhadap diri saya sendiri yang terkadang lupa terhadap kewajiban saya kepada Tuhan,” Aku Bripda Zam Zam.
Tergugah melihat pemandangan religius tersebut, perlahan lahan Bripda Zam Zam langsung menanyakan alasan anggota kepolisian tengah bertugas masih sempat beribadah sholat sunnah Dhuha’. “Kenapa Pak Nurlana harus solat Sunnah di pinggir kantor. Apa tidak ada masjid di dekat situ. Beliau menjawab dengan santai, tadi sebenarnya mau ke masjid, tapi masjidnya lumayan jauh. Jadi saya melaksanakan sholat dhuha disini saja. Adik sendiri tau kita disini sedang melaksanakan tugas pengamanan pelantikan kades terpilih dan kita selaku petugas keamanan sewaktu-waktu bisa saja dipanggil karena keadaan mendesak. Jadi saya putuskan di sini saja biar mudah dicari sama rekan yang lain. Kebetulan di sini juga sepi jadi saya solat di sini saja,” ujar Bripda Zam Zam, meniru ucapan AIPDA Nurlana.
Dari percakapannya dengan AIPDA Nurlana, yang dikenal cukup religius ada banyak hal yang disampaikan. “Pada prinsipnya bumi ini adalah masjid, jadi di manapun kita bisa melaksanakan sholat, tergantung niat dan tempatnya yang bersih saat kita melaksanakan sujud,” kata Nurlana mengingatkan rekan seiman dan seprofesinya.
Bripda Zam Zam menyimpulkan, bahwa ketauladanan seperti ini diharapkan bisa di tularkan dan menjadi sebuah contoh bagi semua pihak. “Agar kita tidak terbawa dengan pangkat atau jabatan yang kita miliki saat ini. Karena tidak ada yang akan menjamin kita akan meninggalkan dunia ini dengan cara apa dan bagaimana kecuali Tuhan yang maha tau,” pungkasnya .

loading...

LEAVE A REPLY