Merasa Dicurangi, Keluarga Nasabah Demo Bank BTPN Cabang Sumbawa

0
427
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Merasa dicurangi oleh pihak Bank BTPN Cabang Sumbawa, Puluhan massa dari keluarga nasabah Bank BTPN menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Bank BTPN Cabang Sumbawa, Selasa (27/12)
Kedatangan mereka dalam upaya menuntut agar pihak Bank BTPN tidak melakukan pelelanggan secara sepihak, tanpa pemberitahuan lebih awal kepada pihak nasabah yang bersangkutan.
Dalam aksi tersebut, salah satu nasabah Bank BTPN Cabang Sumbawa, Tuti Kirana, yang aset bangunan telah dilelang di atas tanah seluas 2 are di PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa menyampaikan bahwa pelelangan yang dilakukan oleh pihak Bank BTPN tersebut dinilai tidak manusiawi, dia mengaku sangat kecewa, karena pihak bank BTPN telah mencurangi nasabahnya.
Menurut Tuti, asset yang diagunakan sebagai jaminan itu di lelang tanpa pemberitahuan lebih awal, bahkan nilai asset yang dilelang tidak sesuai dengan harga sepantasnya.
Demo yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian Resort Sumbawa tersebut, sempat terjadi kericuhan, akibat massa ingin menerobos masuk menemui management Bank BTPN untuk meminta klarifikasi terhadap permasalahan tersebut, serta ingin melakukan penyegelan terhadap kantor tersebut.
Masa aksi yang kecewa akhirnya menggelar aksi di depan kantor tersebut sambil membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan.
Massa aksi yang kecewa akibat tidak ada perwakilan pihak Bank BTPN yang mau menemui, akhirnya melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Sumbawa.
Aksi yang berlanjut di DPRD Sumbawa, masalah sempat menggelar orasi, setelah itu difasilitasi pertemuan antara keluarga atau nasabah Bank BTPN yang didampingi sejumlah LSM (Perfek, Garda, Gertak dan KP2K) dengan Manajemen Bank BTPN, yang difasilitasi oleh Komisi II DPRD Sumbawa sebagai komisi teknis yang menangani masalah perbankan.
Haring tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, Abdul Rafik, dan dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi II DPRD Sumbawa, hasilnya.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan itu melahirkan kesepakatan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik bagi semua pihak.

loading...

LEAVE A REPLY