Kasus Human Traffiking Kembali Terulang

0
277

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Human Traffiking kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa, salah satu perusahaan penyalur jasa pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia di Kabupaten Sumbawa melakukan praktek tersebut.
Adalah Evi Sinta Tini (38) dari Desa Utan Kecamatan Utan dan 14 teman lainnya yang diberangkatkan secara ilegal oleh TT melalui Perusahaan PT P dengan tujuan pemberangkatan Timur Tengah sebagai pembantu rumah tangga. Padahal secara resmi pemerintah telah melarang pemberangkatan Tenaga Perseorangan terkecuali job yang formal.
Salah Anggota keluarganya yang tidak mau disebutkan namanya kepada Gaung NTB, saat mengkroscek apakah ada data Evi Sinta Tini di Sisko Disnaker, memaparkan bahwa kecurigaan keluarga mulai timbul saat sudah berada di penampungan Jakarta. “Kami curiga dengan pihak penyalur tersebut, maka kami langsung mendatangi Nakertrans untuk mengecek namanya di sisko Nakertrans,” paparnya.
Sejauh ini pihak keluarga telah mencoba komunikasi dengan perusahaan yang memberangkatkannya, akan tetapi jawaban dari salah satu pihak penyalur membuat keluarga semakin geram. “Oknum penyalur meminta uang ganti rugi sejumlah 15 juta, baru bisa dipulangkan, ini kan aneh,” kesal keluarga korban.
Keluarga korban memaparkan, bahwa Evi dan 14 teman lainnya berangkat pada tanggal 10 Desember 2016 dan saat ini mereka masih berada dipenampungan. Kuat dugaan bahwa mereka berangkat menggunakan paspor pelancong dan tanpa proses seleksi terlebih dahulu di Nakertrans Kabupaten Sumbawa. “Kami berharap agar pihak perusahaan dengan segera memulangkan mereka,” pintanya.
oknum penyalur, TT saat dihubungi Gaung NTB, Selasa (3/1) via celluler tidak menjawab dan melalui pesan singkat (SMS) bahwa oknum TT berjanji akan memulangkan Evi Sinta Tini dengan segera.

LEAVE A REPLY