Imigrasi Sumbawa Tahan WNA Asal Tiongkok

0
433

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok Guo Congjun (54) masih mendekam didalam sel tahanan Kantor Imigrasi  Kelas II A Sumbawa. Pasalnya, setelah ditangkap oleh tim gabungan TNI Polri pada saat pengamanan natal di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin pada (25/12) lalu, pihak sponsor atau penjamin yang telah dipanggil oleh petugas Imigrasi belum juga datang membawa dokumen paspor. “Kami sudah menghubungi sponsor yang saat ini ada di Jakarta, rencananya hari ini mau datang ke Sumbawa namun hingga pukul 11.00 Wita sponsor itu belum juga datang” ungkap Kasi Pengawasan dan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas IIA Sumbawa Yusriansyah Fazrin Amd, Im SH kepada Gaung NTB Jum’at (6/1).
Menurutnya, sudah hampir 2 minggu WNA tersebut ditangkap dan telah diperiksa petugas. Yusriansyah menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara  Guo Congjun rencananya akan bertolak ke Bima untuk melihat kayu. Disebutkan Yusri, nasib WNA itu sedang apes karena pada saat diruang tunggu bandara dia diperiksa petugas, namun tidak bisa menunjukan paspor maupun izin tinggal. Oleh karena itu, Tim gabungan TNI Polri yang menangkap langsung menyerahkannya ke Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa.
Lebih jauh sambungnya, WNA Tiongkok itu melanggar pasal 71 Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi setiap warga Negara asing apabila ditangkap petugas wajib bisa menunjukan paspor ataupun izin tinggal. Hingga kini, kejelasan dokumen paspor belum juga dapat diketahui.
“Kalau nanti sponsornya datang maka Kami akan mengecek paspornya, apakah jenis visa yang dipakai? Entah itu jenis visa kunjungan atau visa kerja” terangnya.
Apabila paspor dan visanya nanti sudah jelas, maka petugas Imigrasi akan melakukan deportasi WNA itu ke Negara asalnya. “tapi kalau sponsornya tak kunjung datang maka WNA nya tetap Kami tahan” demikian tutup Yusriansyah.
Masih menurut Yusriansyah, untuk melakukan pengawasan orang asing, pihak Imigrasi rencananya pada 2017 akan kembali membentuk tim PORA (pengawasan orang asing) minimal 2 di Kabupaten Sumbawa dan 2 di Kabupaten Sumbawa Barat. “Saya mau membentuk 6 di Kabupaten Sumbawa dan 6 di Kabupaten Sumbawa Barat Tim Pora namun Kami sesuaikan dengan anggaran dulu, karena ini awal tahun anggaran belum cair” pungkasnya.
Selain itu, pengawasan orang asing juga dilakukan dengan menyebarkan surat wajib lapor ke semua hotel di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.
“kami sudah jalan ke semua hotel dan Alhamdulillah semua hotel sudah wajib lapor kepada kami dalam waktu 1×24 jam apabila ada tamu WNA yang datang” katanya
Lebih jauh sambungnya, pengawasan orang asing memang menjadi tugas imigrasi. Namun, dengan adanya tim PORA maka semua elemen juga harus terlibat aktif seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri), Pemda Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, TNI, Kejaksaan dan Polri serta perangkat ditingkat Kecamatan dan Desa.
Sebelumnya dari pantauan Gaung NTB, Imigrasi Mataram juga telah menyita 12 paspor milik pekerja asal Tiongkok yang hanya mengantongi izin tinggal kemudahan khusus keimigrasian (dahsuskim) dengan izin tinggal batas perairan. Padahal realitasnya dilapangan, 12 WNA tiongkok itu bekerja pada proyek pengeruk pasir di Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur NTB dan itu bukan hanya diperairan tapi proyeknya juga ada didaratan sehingga melanggar ketentuan tentang izin tinggal kemudahan khusus keimigrasian (dahsuskim) dengan izin tinggal batas perairan yang boleh digunakan diperairan atau diatas kapal dan tidak boleh digunakan didaratan.

LEAVE A REPLY