Dipicu Pembacokan, Warga Talabiu Blokir Jalan

0
566

Bima, Gaung NTB
Ratusan warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima menutup jalan umum lintas Bima- Dompu, Minggu (01/01) malam. Aksi itu dilakukan untuk mendesak aparat Kepolisian agar segera menangkap pelaku pembacokan remaja Desa Talabiu di Patung Tani Desa Belo Kecamatan Palibelo sekitar pukul 16.00 WITA.
Berdasarkan informasi di tempat pemblokiran, warga Talabiu menutup jalan tersebut supaya aparat Kepolisian cepat menangkap terduga pelaku bernama AM. AM diidentifikasi warga berasal dari desa sebelah.
Korban dibacok di Tugu Tani Desa Belo Kecamatan Palibelo saat duduk bersama temannya. Warga baru akan membuka jalan, setelah Polisi menangkap pelakunya. Akibat penutupan itu, arus lalulintas macet.
Kasi Provost Polres Bima Kabupaten, IPTU Jufri, mengatakan penutupan jalan itu untuk mendesak agar segera menangkap pelakunya. “Kejadiannya di Tugu Tani Desa Belo Kecamatan Palibelo minggu (1/1) sekitar pukul 16.00 wita,” jelasnya.
Kepolisian sudah berusaha menghadang warga agar menutup jalan, namun karena kekurangan anggota, persoalan ini tidak bisa diselesaikan sendiri. “Saya sudah minta bantuan Polres untuk terjunkan anggota supaya bisa menangani penutupan jalan ini,” jelasnya,
Hingga pukul 20.30 WITA, kondisi jalan masih ditutup warga, arus lalu lintas lumpuh total. Warga pun berdatangan dan berdiri di badan jalan.
Pelaku Ditangkap
Jajaran Polres Bima Kabupaten bereaksi cepat dalam mengungkap pelaku pembacokan terhadap warga Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Minggu (1/1).
Pelaku adalah Susanto asal Desa Samili Kecamatan Woha ditangkap di rumahnya, Minggu malam. Diduga sebagai pelaku pembacokan dua pelajar.
“Sekitar pukul 22.00 wita, Tim Buser Polres Bima berhasil menangkap pelaku bernama Susanto di rumahnya di desa Samili kecamatan Woha,” jelas Kapolres Bima Kabupaten, AKBP M. Fathurrahman, SH, SIK, Senin (2/1).
Untuk memastikan pelaku telah ditangkap, Kapolres membawa keluarga korban ke Polres untuk melihat dan memastikan bahwa pelaku benar diamankan. “Kami membawa keluarga korban untuk memastikan, supaya jalan yang diblokiri warga bisa dibuka kembali,” ujarnya.

LEAVE A REPLY