Baleg DPRD Sumbawa Mulai Garap Ranperda Inisiatif

0
341
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Diawal tahun anggaran 2017 ini, Badan Legislatif DPRD Kabupaten Sumbawa langsung bekerja melakukan pembahasan terhadap 6 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang merupakan usul inisiatif DPRD Sumbawa. Pembahasan Ranperda tersebut langsung dipimpin Ketua Baleg Akhmad Junaidi yang didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbawa, DR Drs Arahman Alamudy SH MSi dan dihadiri anggota Baleg.
Adapun Ranperda yang dibahas tersebut yakni Ranperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat merupakan usul inisiatif Komisi I, Ranperda tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sunga (DAS), Ranperda tentang Perlidungan Produk Lokal, Ranperda tentang Pengelolaan Pasar Tradisonal, Pusat Perbelanjaan dan Tokoh Modern, usulan Komisi II, selanjutnya Ranperda tentang Transportasi dan Perparkiran usulan Komisi II, dan Ranperda tentang Penyelengaaraan Perlindungan Anak, usulan Komisi IV.
Menurut Ketua Baleg, Akhmad Junaidi, seluruh Ranperda tersebut rencananya akan dilakukan sosialisasi di 8 titik yang direnanakan akan digelar sekitar bulan Februari mendatang. Sosialisasi tersebut katanya, untuk mendapatkan respon berupa masukan dan saran dari masyarakat untuk penyempurnaan Ranperda tersebut. dan setelah itu rencananya akan dilakukan pembahasan dalam Sidang Paripurna DPRD Sumbawa, dalam tahun ini juga.
Dalam pembahasan tersebut, Akhmad Junaidi menyampaikan penjelasan terkait dengan beberapa Ranperda seperti Ranperda tentang Transportasi dan Perparkiran yang didalamnya mengatur tentang tata laksana penarikan retribusi parkir yang direncanakan akan diatur dan bekerja sama dengan Samsat. “Untuk itu harus ada komitmen bersama dari semua pihak”, jelasnya.
Dengan adanya sistem penarikan retribusi parkir tersebut, dihajatkan untuk menanggulangi adanya kehocoran retribusi parkir seperti yang terjadi selama ini.
Sementara untuk Ranperda tentang Pengelolaan Pasar Tradisonal, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di dalamnya akan mengatur tentang keberadaan pasar tradisonal dan pasar modern seperti Alfamart dan Indomaret maupun tokoh modern lainnya. Diantaranya mengatur tentang jarak, seperti jarak pasar modern dengan pasar tradisional serta ketentuan lainnya agar tidak merugikan pihak lain.

loading...

LEAVE A REPLY