APG Jereweh Tolak Alfamart

0
364
loading...
loading...

Taliwang, Gaung NTB
Hadirnya retail atau toko modern Indomaret dan Alfamart di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), belakangan ini ternyata berimbas terhadap kian melemahnya usaha pedagang di Bumi Pariri Lema Bariri ini. Bahkan dari pantauan LSM khususnya ke beberapa pedagang menengah, ternyata penghasilan mereka menurun signifikan. Untuk produk yang sejenis, masyarakat lebih memilih belanja ke Indomaret dan Alfamart. “Rata-rata pedagang menengah mengalami penurunan hingga 50%. Itu tidak termasuk pedagang kecil,” ujar warga Taliwang, Hery Supryadi.
Menurutnya, pemda sudah seharusnya bersikap. Fungsi pemerintah tidak hanya untuk menghasilkan PAD. Tapi lebih dari itu adalah sebagai pembina perekonomian daerah, menumbuhkan dan merangsang usaha-usaha yang dimiliki warga. “Tidak ada jalan lain selain pemerintah kota dan DPRD KSB bersikap. Pemda harus membatasi gerak dua retailer ini tapi bukan membunuhnya. Harus ada pembatasan yang jelas untuk lokasi-lokasi Indomaret dan Alfamart, jangan semua ruas jalan diisi apalagi sampai ke lorong-lorong sempit. Itu sudah keterlaluan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setahun lebih kehadiran keduanya juga tidak meningkatkan kreatifitas pengusaha daerah. Pihak pengelolah Indomaret dan Alfamart yang merupakan warga lokal, sama sekali tidak memahami sistem bisnis karena semuanya sudah ada SOP dari kantor pusat Indomaret dan Alfamart.
Menurutnya, bukan hanya pemda yang harus bersikap, tapi juga DPRD dan Stake Holder lainnya. Karena saat ini keduanya mulai mengincar daerah seperti yang terjadi di Sumbawa Barat, hingga ke kecamatan kecamatan.
Sebelumnya, pedagang ritel lokal Kecamatan Jereweh, mendatangi DPRD, belum lama ini. Kedatangan para pedagang ritel yang tergabung di dalam Aliansi Pengusaha Desa Gowa ini. Mereka diterima Komisi II DPRD Sumbawa, dan Ketua DPRD Sumbawa Barat M Nasir ST, Anggota Komisi II Akhmad S.Ag , Ketua Komisi II bidang keuangan DPRD Sumbawa Barat.
Anggota Aliansi Pengusaha Gowa (APG) Jereweh, H Muhammad, dalam hearing tersebut, dengan tegas menolak keberadaan tokoh modern. “Kami bukanlah tidak setuju dengan adanya investasi yang ada di Sumbawa Barat  khususunya Kecamatan Jereweh, serta juga tidak menolak Sumbawa Barat menjadi berkembang. Akan tetapi yang kami tolak adalah konsep kapitalis yang diusung oleh AlfaMart,” keluh H Muhammad.
Ia menilai, bahwa Alfa Mart tersebut akan mematikan pedagang kecil, karena diduga melakukan intervensi harga. Kemudian Alfa Mart juga membangun toko mereka berdekatan dengan tempat usaha masyarakat local lainnya.
Ia mencontohkan adanya monopoli harga, minyak goreng yang modalnya Rp 23.000. Oleh pedagang biasa tentu akan dijual Rp 24.000. Namun di Alfa Mart, mereka bisa menjual dengan harga modal yaitunya Rp 23.000. “Sistem yang mereka jalankan itu akan mematikan pedagang kecil. Saat pedagang habis mereka bisa bebas mematok harga sesukanya,” bebernya.
Untuk itu H Muhammad, meminta kepada pemerintah harus membuat aturan kalau pemerintah menginginkan Alfa  Mart tesebut tetap ada, baik aturan waktu, buka, lokasi pendirian soal harga dan lainnya. “Kalau Alfa  Mart tetap berjalan dengan konsep mereka saat ini, maka tunggu saja pedagang kecil akan binasa, “Alfa Mart berkembang, Pasar Tradisional mati,” katanya.
Menyikapi keprihatinan para pedagang lokal, anggota Komisi II DPRD KSB, Akhmad S.Ag, menuturkan bahwa program ekonomi kerakyatan yang diusung oleh Pemerintah Daerah Sumbawa Barat mestinya berpihak untuk masyarakat. 
Terutama pengusaha ritel lokal. Ini karena mayoritas masyarakat Sumbawa Barat mengandalkan perekonomian melalui berdagang. “Jika memakai nama Alfa  Mart tapi sistemnya kapitalis sama saja dengan pakai topeng untuk menipu masyarakat,” kata Akhmad S.ag.
Sementara itu, Ketua DPRD KSB, M Nasir ST,  berjanji seluruh aspirasi tadi akan disampaikan ke Bupati dalam waktu dekat, dan diperjuangkan sampai menemui titik temu dan solusi demi kepentingan masyarakat, khususnya pedagang Kecamatan Jereweh “Kita akan meminta masukan dari berbagai kalangan untuk melihat secara jernih dan objektif guna menjawab keluhan pedagang atas kehadiran Alfa Mart, tidak bisa menjustifikasi konsep Alfa Mart salah, atau sebaliknya tuntutan pedagang  benar, Untuk itu kita akan undang para pakar memberikan masukan. Setelah itu, kita bahas di komisi terkait, baru setelah itu kita undang Bupat uni tuk membahas tuntas keberadaan Alfa Mart ini,” Kata M Nasir.
Nasir juga menjanjikan pembahasan soal Afa Mart akan dilakukan setuntas tuntasnya dan dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Kami peduli dengan nasib pedagang, Saat masyarakat merasa terganggu, sudah domain DPRD untuk andil menyelesaikannya. Ini akan kita kawal,”  tegas Nasir.

loading...

LEAVE A REPLY