PT Newmont Nusa Tenggara

Tuntut Pemekaran, Warga Lamunga Segel Kantor Desa

Taliwang, Gaung NTB
Kantor Desa Batu Putih Kecamatan Taliwang, Kamis (05/01) sekitar pukul 07.30 Wita, disegel sekitar 60 masyarakat Dusun Lamunga. Aksi tersebut dilakukan warga menuntut dan hendak menghentikan kegiatan layanan pemerintahan di desa, karena tuntutan pemekaran Desa Lamunga, belum direalisasikan.
Warga menilai, pemekaran desa bagian dari aspirasi agar pelayanan dan kesejahteraan bisa lebih dekat. Belum jelas siapa saja oknum yang bertanggung jawab mempin penyegelan tersebut. Namun kepolisian dari Sektor Taliwang dan Danramil setempat, langsung terjun ke lapangan berdialog dan menenangkan warga.
Ada pula camat Taliwang. Aparat setempat akhirnya berhasil melepaskan segel yang terdiri dari papan kayu dan memfasilitasi pertemuan warga dengan pemerintah.
Petugas memberikan himbauan kepada masyarakat agar tenang dan berdialog dengan pemerintah.  
Mendegar insiden kecil itu, Bupati KSB, DR H W Musyafirin, MM, bersama Kapolres, AKBP Andy Hermawan SIK, berinisiatif turun meninjau dan bertemu dengan warga di sana. 
Di kantor desa setempat, Bupati mengatakan mendukung harapan dan upaya masyarakat Lamunga, untuk mekar dan berdiri sendiri menjadi desa. Pemerintah kata Bupati, telah memproses usulan itu. Hanya saja, masyarakat harus memahami, usulan pemekaran diatur undang undang dan terikat kebijakan menteri dalam negeri. “Yang hadir dihadapan bapak ibu adalah pengambil keputusan. Kita lalui ini bersama, kita ikuti prosedurnya. Hanya saja, ada aturan yang harus di lalui melalui kementerian, karena menyangkut kebijakan pusat moratorium pemekaran desa,” kata Bupati.
Meski demikian, sebagai tanggung jawab dan kewajiban melayani masyarakat. bupati memastikan usulan pemekaran tetap berjalan. Pemerintah bahkan telah membentuk tim untuk itu. 
Hanya saja yang pasti, daerah tetap meminta petunjuk pusat melalui kementerian. Pembuatan Perda pemekaran tidak jadi masalah bagi daerah, hanya saja daerah harus tunduk dengan kebijakan pusat. “Kami minta pengertian dan kesabaran warga. Kita berdoa semoga harapan kita tercapai, kita bisa berjuang bersama sama,” imbuh Bupati.
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, SIK, menghimbau masyarakat menjaga kondusifitas daerah, agar pembangunan dapat terus berjalan lancar.
Ia menyarankan agar menyerahkan segala proses pemekeran kepada pemerintah. Tidak perlu memaksakan kehendak yang menyebabkan keamanan dan ketertiban terganggu.
Selepas dialog antara pemerintah tersebut, akhirnya masyarakat sepakat menyerahkan perjuangan pemekaran ini kepada pemerintah. Selanjutnya warga membubarkan diri sekitar pukul 12.40 Wita.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply