PT Newmont Nusa Tenggara

Perayaan Hari Amal Bakti Kemenag Sumbawa Perkuat Pelaksanaan 5 Nilai Budaya Kerja

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkup Kemenag Sumbawa, untuk menerapkan 5 budaya kerja sebagai bagian dari revolusi mental. Adapun, 5 nilai budaya kerja tersebut melipuit Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan. Untuk lebih memasyarakatkan 5 budaya kerja itu, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa membuat video spesial yang akan diputar pada Perayaan Hari Amal Bakti (HAB) atau hari lahir Kementerian Agama (Kemenag) ke- 70 yang jatuh pada hari ini Selasa (3/1).
Kabag TU Kemenag Sumbawa, Drs H Syukri MSi kepada Gaung NTB, menyampaikan bahwa momentum HAB harus diperkuat sesuai tema yaitu Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama Yang Bersih Dan Melayani.
Dikatakannya, 5 budaya kerja yang diterapkan di Kementerian Agama itu adalah upaya mencegah terjadi tindakan yang menyalahi aturan, termasuk korupsi.
Dijelaskan H Syukri, yang dimaksud dengan Integritas sebagai budaya kerja yang pertama yaitu keselarasan antara hati, fikiran, perkataan dan perbuatan yang baik dan benar. “Dengan adanya nilai integritas, siapapun yang ada di Kemenag harus selalu menanamkan pada dirinya nilai untuk senantiasa menjaga integritas yaitu kejujuran, amanah dalam menjalankan tugasnya, disiplin dan tidak ada kebijakan yang tidak sesuai aturan,” paparnya.
Kemudian profesionalitas dijelaskannya, yakni bekerja secara disiplin, kompeten dan tepat waktu dengan hasil terbaik. “Dengan adanya nilai profesional ini  dimanapun kita berada, kita dituntut untuk menguasai betul bidang kerja sehingga lahirlah para profesional di bidangnya,” katanya.
Selanjutnya, inovasi yaitu menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik. “Dengan adanya nilai Inovasi ini kita harus termotivasi untuk melahirkan kreasi inovasi baru dibidang kita masing masing. Sesuatu yang baru tentu membawa manfaat yang lebih banyak, sesuai dengan konteks situasi dan kondisi kekinian” terangnya.
Budaya kerja selanjutnya tanggung jawab yaitu bekerja secara tuntas dan konsekuen. “Dengan adanya nilai tanggungjawab ini, Aparatur Kementerian Agama harus mempunyai kesadaran yang tinggi bahwa kiprah mereka di Kementerian Agama itu akan dipertanggujawabkan. Inilah cara kita untuk selalu membentengi diri untuk selalu on the track dalam mengemban kepercayaan dan menjalankan tugas dan fungsi masing masing” paparnya.
Sedangkan, nilai budaya kerja kelima yakni Keteladanan yaitu menjadi contoh  yang baik bagi orang lain. “Dengan adanya nilai ini aparatur Kementerian Agama adalah teladan di lingkungan masing masing, karenanya keteladanan sangat penting untuk terus ditanamkan,’ Ujarnya.
Masih menurut Syukri, dalam pidato Presiden Soekarno pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1956, menyatakan bahwa Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. “Revolusi kita di era sekarang ini bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa, membangun jiwa bangsa sebagai modal utama membangun suatu Negara,” pungkasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply