PT Newmont Nusa Tenggara

Penanganan Kasus Oleh Polres Sumbawa Sepanjang 2016

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sepanjang Tahun 2016, Polres Sumbawa telah melaksanakan berbagai operasi serta mengungkap sejumlah kasus dan hasil operasi.
Kabag Ops Polres Sumbawa, Kompol Yusuf Tauziry dalam jumpa pers dengan wartawan di Mapolres Sumbawa, Sabtu (31/12) lalu memaparkan diantara aspek pembinaan personel internal anggota, penanganan kasus tindak pidana umum serta hasil operasi-operasi yang dilaksanakan selama Tahun 2016 lalu.
Dikatakan Yusta sapaan akrab Yusuf Tauziri, mengenai aspek pembinaan personel selama tahun 2016 tidak ada anggota yang diversi atau tidak masuk kerja atau lari dalam tugas, berbeda dengan tahun 2015 terdapat 1 kasus yang berujung pada tindakan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain itu, dua anggota Polres Sumbawa yang terkena hukuman PTDH karena melakukan tindak pidana, satu diantaranya melakukan upaya banding dan satunya lagi melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ada juga seorang anggota yang terkena demosi dan dimutasi ke tempat lain sebagai bentuk hukuman disiplin.
“Tercatat ada 8 kasus pelanggaran disiplin karena tidak masuk kantor, gagal menjaga tahanan 1 kasus, penyalahgunaan wewenang 1 kasus, meninggalkan wilayah hukum 1 kasus, penyerobotan tanah 1 kasus dan penganiayaan 4 kasus”, papar Yusta.
Lebih jauh dipaparkan Yusta, mengenai kejahatan yang meresahkan, seperti pencurian dengan pemberatan (Curat) tahun 2016 ada 120 kasus. Menurun dari tahun 2015 sebanyak 135 kasus dengan penyelesaiannya hanya 31 kasus (26 %). Kasus curanmor tahun 2016 sebanyak 203 kasus, sedangkan pada tahun 2015 ada 166 kasus, artinya meningkat dan hanya terselesaikan 38 kasus.
Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), tahun 2016 terjadi sebanyak 35 kasus, dibanding tahun 2015 ada 27 kasus artinya terjadi peningkatan. Kemudian kasus perkosaan ada 5 kasus di tahun 2016, dibanding tahun 2015 ada 8 kasus dengan penyelesaian 80 persen. Kasus Penganiayaan berat sambungnya, hanya ada 1 kasus di tahun 2016, Kasus Pembunuhan ada 5 kasus di tahun 2016. Selanjutnya Kasus narkoba tahun 2016 ada 17 kasus dan terselesaikan 15 kasus (80 %). Kasus judi di tahun 2016 ada 20 kasus, tahun 2015 ada 19 kasus. Kasus senjata api atau bahan peledak ada 5 kasus di tahun 2016, di tahun 2015 ada 4 kasus.
Disamping kasus–kasus tersebut, terdapat beberapa kasus yang paling menonjol, antara lain kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang di wilayah Polsek Moyo Hilir, dengan korban Jamaluddin. Hingga kini Kasus tersebut belum ada penyelesaian. Kemudian kasus penganiayaan terhadap korban H Mansyur/H Ancing di jalan By Pass samping dealer Mitsubhisi, hingga kini masih dalam proses penyelidikan (Lidik).
Selanjutnya kasus penganiayaan Syamsul Hidayat di depan SMPN 1 Moyo Hilir yang dilakukan oleh pelaku Dilo. Kasus ini masih dalam penyelidikan, sedangkan tersangka sudah sempat ditahan tapi ditangguhkan. Kemudian Kasus penganiayaan H Powo di depan Polsek Moyo Hilir dengan pelaku atas nama Di Rotong dkk, namun terhambat karena tersangka masih DPO, pungkas Yusta.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply