PT Newmont Nusa Tenggara

TERTANGKAP DIBANDARA, WNA TIONGKOK DIAMANKAN IMIGRASI

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Cina, Guo Cong (54), ditangkap oleh aparat keamanan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar saat hendak terbang menuju Mataram, Minggu (25/12) sekitar pukul 09.00 Wita. Ia diamankan karena tidak dapat memperlihatkan dokumen keimigrasiannya. Kini kasusnya dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan petugas Imigrasi Sumbawa.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II-A Sumbawa Drs Syahrifullah didampingi Kasi Pengawasan dan Keimigrasian (Wasdakin) Yusriansyah SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB di ruang kerjanya Selasa (27/12) membenarkan bahwa pihak Imigrasi Sumbawa telah mengamankan seorang WNA asal Cina bernama Go Cong (54). Aparat keamanan bandara setempat mengamankan yang bersangkutan disaksikan langsung oleh Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIk dan Dandim 1607 Sumbawa Letkol Arm Sumanto SSos.
Go Cong yang berprofesi sebagai seorang pengusaha kayu ini terang Syahrifullah, rencananya akan berangkat menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) menggunakan pesawat Wings Air. Namun berkat informasi yang diperoleh aparat keamanan, keberangkatan yang bersangkutan berhasil digagalkan karena ketika ditanya oleh petugas tentang dokumen keimigrasiannya ternyata tidak dapat ditunjukkan. “Dia tidak memiliki selembar dokumen pun tentang kewaganegaraannya, sehingga terpaksa diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.
Saat ini Go Cong ditahan pada Kantor Imigrasi Kelas II-A Sumbawa. Dari hasil pemeriksaan sementara, diproleh infomasi bahwa yang bersangkutan telah beberapa bulan berada di Pulau Sumbawa melakukan kegiatan bisnis pembelian kayu di Kabupaten Dompu dan Bima yang dibantu oleh seorang warga lokal. Dalam aktivitasnya, mereka menggunakan mobil sewaan.
Saat ini, lanjutnya, petugas Imigrasi sedang melakukan pendalaman penyelidikan terhadap yang bersangkutan. “Persoalan WNA Tiongkok ini telah dilaporkan ke Pusat sekaligus dilakukan koordinasi dengan Kedubes Tiongkok di Jakarta,” katanya.
Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yang bersangkutan dapat dikenai dengan ancaman pelanggaran Pasal 71 huruf (b) UU Republik Indonesia No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yakni setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia wajib memperlihatkan dan menyerahkan dokumen perjalanan atau izin tinggal yang dimilikinya apabila diminta oleh pejabat Imigrasi yang bertugas dalam rangka pengawasan Keimigrasian. Sesuai dengan ketentuan Pasal 116 UU Keimigrasian, yang bersangkutan dapat dikenai sanksi pidana kurungan selama 3 bulan penjara atau pidana denda paling banyak sebesar Rp 25 juta.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply