PT Newmont Nusa Tenggara

MTSN Alas Ditargetkn Jadi Boarding School

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Alas ditargetkan dapat menjadi Boarding School. Boarding School adalah sekolah yang memiliki asrama bagi para siswa-siswinya.
Usaha tersebut dilakukan untuk memajukan madrasah yang dibawah pembinaan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa sebagaimana yang terjadi dibeberapa kota besar di Indonesia. Untuk mendukung program tersebut MTSN Alas sudah memenuhi persyaratannya diantaranya, luas lahan MTSN Alas seluas 1 hektar, saat ini hanya dipakai sekitar beberapa are saja, sedangkan lahan lainnya masih banyak yang belum dioptimalkan. Sedangkan, dari tahun ke tahun animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan di madrasah khususnya di Kecamatan Alas cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat pada saat penerimaan murid baru, sekolah lain baru membuka pendaftaran sedangkan MTSN Alas sudah menutup pendaftaran. Hal ini disampaikan Kepala MTSN Alas L Istiqlal SAg kepada Gaung NTB, belum lama ini.
Menurutnya, untuk menjadi Boarding Scholl MTSN Alas, sudah cukup siap, hal itu dapat dilihat dari luas lahan, jumlah guru yang memadai, animo masyarakat yang cukup besar, jumlah murid dari tahun ke tahun terus meningkat, serta prestasi siswa yang tetap mengalami peningkatan signifikan. “Kami akan usulkan semoga saja mendapat respon positif dan bantuan dari pusat” katanya.
Istiqlal menyampaikan, tidak hanya boarding bahkan dilahan itu bisa dipusatkan semua jenjang pendidikan mulai dibawah pembinaan Kementerian Agama seperti MI, MTS, MA bisa disatukan dilahan milik MTS Alas sekarang ini.
Selain itu, untuk meningkatkan pembinaan hapalan Al-Qur’an bagi siswa. Istiqlal mengungkapkan sengaja mendatangan guru hapalan khusus sehingga akan lahir Hafidz dan Hafid’zo di MTSN Alas. “Kami punya komitmen serta ada keyakinan sendiri dengan semua stakeholders apabila anak pandai menghafal AL-Qur’an maka otomatis anak itu juga cerdas dan bisa menguasai pelajaran umum sehingga cara mengetes tingkat IQ siswa ya dengan hafalan Al-Qur’an karena itu cara yang dicontohkan Rasullullah Muhammad SAW” paparnya
Sejalan dengan itu, program unggulan madrasah seperti MTSN Mengaji, MTSN Tadarruz, MTSN Sholat berjamaah tetap digalakan. Sedangkan pembinaan pembacaan pidato(muhadaroh) bahasa arab dan inggris tetap dilakukan pembinaan eksklusif bagi siswa.
Bahkan, apabila pemerintah memiliki program literasi yakni setiap anak didik diwajibkan baca buku terlebih dahulu sebelum memulai belajar anak didik di madrasah Tsanawiyah Alas membaca Al-Qur’an terlebih dahulu baru setelah itu membaca buku dan memulai selanjutnya memulai proses belajar mengajar. Prestasi dibidang keagamaan pada MTQ sudah tidak diragukan lagi, siswi MTSN Alas berhasil lolos sampai tingkat nasional untuk syarhil (cerdas cermat) pada tahun 2015 lalu.
Tidak hanya itu, guna memotivasi siswa untuk menghafal Al-Qur’an madrasah ini mengharuskan siswanya menyetor hapalan sebelum mengambil ijazah. Hal itu agar jebolan Madrasah memiliki posisi tawar yang kuat ketika ia lulus dan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.
“Kami titik beratkan setiap siswa punya nilai lebih dalam pengetahuan agama namun tidak tertinggal dengan prestasi pada mata pelajaran umum” ujarnya
Demi meningkatkan prestasi siswa di bidang Zains, secara khusus MTSN Alas kata Istiqlal mendatangkan guru Pembina OSN Madrasah. Disamping itu, selama kurang lebih 2 tahun terakhir, hanya madrasah Alas yang mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba zains yang diadakan Dikpora Provinsi serta Olimpiade MIPA yang diadakan Universitas Mataram beberapa waktu lalu. “Kami tetap menggalakan pembinaan ekstrakulikuler, dan beberapa waktu lalu siswa Kami yang menjadi ketua rombongan PMR tingkat provinsi yang diadakan di Mataram” katanya.
Lebih jauh sambungnya, untuk ujian nasional berbasis computer (UNBK) MTSN Alas akan memulai pada tahun 2017 mendatang. Bahkan, pengadaan computer dan lain-lain sudah masuk ke dalam DIPA tahun 2017.
Diakui Istiqlal, memang seluruh madrasah ditargetkan harus UNBK pada 2017 sehingga semua sudah menyiapkan segala sumber daya. Terakhir, Presiden RI memutuskan tetap akan ada ujian nasional sehingga harus siap.
Saat ini, total murid MTSN 1 Alas sebesar 474 orang. Sedangkan untuk rombel masih kurang. Mensiasati kekurangan rombel, pihak madrasah menggunakan Lab dan mushallah.
“Semoga tahun ke depan rombel yang kurang bisa segera dibangun, Kami tetap optimis bisa melakukannya secara bertahap” harapnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply