Sejumlah Wilayah di KSB Terkena Banjir

0
399

Taliwang, Gaung NTB
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs H Hamzah, mengungkapkan pihaknya akan meminta bupati untuk mengeluarkan SK darurat banjir. Itu untuk menyikapi cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini. “Sebelumnya bupati sudah menetapkan SK status siaga bencana di 8 kecamatan, yang berlaku sejak Oktober sampai akhir tahun 2016,” ujarnya.
Seperti diketahui, Selasa (14/13) malam, banjir menggenangi pemukiman warga dibeberapa titik akibat meluapnya air sungai. Wilayah yang tergenang ini antara lain Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, Desa Lalar Liang Kecamatan Taliwang, Desa Sedong Kecamatan Seteluk, serta Kelurahan Sampir dan Bugis.
Guna menyikapi semua itu, pihaknya sudah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC), untuk menangani keluhan yang dilaporkan oleh Kades terkait dampak dari bencana banjir tersebut.
Berdasarkan laporan Kades Sapugara dan Bree, yang meminta agar dilakukan penyedotan air sumur tadi, TRC sudah turun. Sejauh ini sudah 25 unit sumur milik warga yang dikuras, dari total 40 sumur. “Penyedotan ini tetap akan dilanjutkan hingga semua sumur bersih dan steril dari kuman-kuman dan bakteri,” tandasnya.
Banjir ini juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur di KSB, rusak parah.
Di Desa Tua Nanga, dua jembatan putus diterjang banjir. Sementara itu, saluran irigasi di Dusun Sedong Desa Kelanir, tersapu banjir. Sejumlah pohon juga ikut tumbang dan mengakibatkan akses jakan dari Sekongkang menuju Tongo, sempat tertutup.
Pantauan Gaung NTB, Rabu (14/12) petang, sejumlah wilayah dilanda bencana banjir. Meski tak separah tahun 2007 yang silam, namun sempat menimbulkan kepanikan warga.
Di Kecamatan Taliwang, sekitar pukul 21.00 Wita, warga di Kelurahan Bugis dan Sampir, setempat dibuat panic. Meski volume air yang menggenangi rumah warga, hanya sebetis orang dewasa, terlihat warga mulai mengemasi pakaian dan mengamankan perabotan rumah tangga miliknya.
Tampak sejumlah anggota kepolisian urut serta membantu warga. Di tengah kepanikan tersebut beruntung air yang sempat menggenangi pemukiman warga, secara berangsur angsur surut pukul 24.00 Wita.
Ditemui terpisah anggota Komisi II DPRD KSB, Masadi SE, menegaskan banjir memang sudah menjadi masalah klasik di mana-mana khususnya KSB. Untuk mencegah itu terjadi, tentu harus dimulai dari kesadaran sendiri tentang lingkungan ini baik pembuangan sampah, perusakan pohon-pohon di hutan dan pegunungan serta penambangan ilegal yang memicu terjadinya arus air menjadi deras.
Menurutnya, banjir ini terjadi disebabkan tidak adanya penahan air yang baik. Untuk drainase dalam Kota Taliwang ujarnya, semua tengah diproses perbaikan karena arus air sebenarnya datang dari sungai, bukan air hujan yang meluap didalam kota. “Bronjong sebagai wadah penahan tebing sungai sepanjang jalan dari Kecamatan Brang Rea mulai Desa Tamekan dan Brang Ene, Sermong, Tanakakan, sudah saatnya ditingkatkan dengan dilakukan pemasangan tiang bukan lagi bronjong sampai ke akhir sungai,” tegasnya.

LEAVE A REPLY