SATU TERSANGKA KAPAL PERINTIS DIANULIR

0
302
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kajari Sumbawa Paryono SH didampingi Kasi Pidsus Anak Agung Raka Putra Darmana SH dan Kasi Intel Erwin Inrapraja SH MH dalam konferensi pers bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2016 kemarin, selain menjelaskan soal penghentian penyidikan kasus Bendungan Sebewe (APBD tahun 2009), juga menyatakan tentang penyidikan kasus Pengadaan Kapal Perintis Dishubkominfo Sumbawa (juga APBD tahun 2009).
Diungkapkan, semula kasus tersebut melibatkan tiga orang tersangka, salah satunya AW SH (mantan Kadishubkominfo Sumbawa/KPA), telah dihentikan proses penyidikannya atau dianulir sebagai tersangka. “Sama seperti kasus Embung Sebewe, karena dari hasil penajaman penyidikan tidak ditemukan bukti adanya perbuatan melawan hukum,” sebutnya.
Dikatakan, kasus kapal perintis tersebut merupakan salah satu dari 4 kasus yang ditangani penajamannya sepanjang tahun 2016 ini. Tiga kasus korupsi lainnya yang menjadi prioritas adalah kasus rumah adat KSB tahun 2014 yang melibatkan tersangka TM–kontraktor pelaksana, tersangka EW (bendahara) dalam kasus Uang Persediaan (UP) pada Dinas Dikpora KSB, serta kasus PNPM GSC Lunyuk yang melibatkan tersangka TS SE.
“Dua kasus telah ditingkatkan statusnya ketahap kedua (penuntutan) di Pengadilan Tipikor Mataram, yakni kasus rumah adat dan kasus PNPM GSC Lunyuk,” katanya. Tim Jaksa Penuntut Umum dibawah koordinator Kasi Pidsus telah menyiapkan pembuktian dakwaan di Pengadilan. “Dua kasus lainnya menunggu waktu pelimpahan,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY