Pemkab Sumbawa Sikapi Isu Jual Beli Tanah di Gili Tapan

0
568
loading...
loading...

Sumbawa Besar-GaungNTB
Belakangan ini, isu telah terjadi proses transaksi jual beli tanah di Gili Tapan, Desa Sangoro Kecamatan Maronge Kabupaten Sumbawa kian santer. Akibatnya pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui leading sector teknis akan menggelar pertemuan khusus pada Rabu (21/12) esok di ruang pertemuan Asisten I Setda Sumbawa.
“Atas informasi telah terjadinya transaksi jual beli tanah di Gili Tapan segera kita sikapi dengan menggelar pertemuan, yang difasilitasi oleh bagian pemerintah untuk mengkoordinasikan unsur pemerintah terkait dengan pengelolaan pulau-pulau kecil, khususnya Gili Tapan,” kata Asisten I Sekda Sumbawa, DR H Ikhsan Majid didampingi Kabag Pemerintahan Sahabuddin SSos MSi ketika dijumpai Gaung NTB, Senin (19/12).
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, H Junaidi MSi mengemukakan, isu penjualan tanah di Gili Tapan harus segera disikapi oleh pemerintah daerah, dengan menggelar pertemuan melibatkan pemerintah Kecamatan Maronge, Pemerintah Desa Sangoro, Kadis Parsenibud, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis Hutbun, Kepala Badan Pertanahan, Kepala Bappeda, Bagian Hukum Setkab Sumbawa dan Bagian Pemerintahan.
“Dengan menghadirkan multi stakheholders pemerintah untuk membahas secara khusus isu jual beli tanah di Gili Tapan, adalah bentuk respons pemerintah dalam mengatur dan menata dalam pengelolaan pulau kecil disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” kata H Junaidi.
Bahkan lanjut H Junaidi, cukuplah kasus transaksi jual beli tanah di atas pulau yang berakhir di ranah hukum ketika mencuat informasi pada saat konferensi Global Warming di Bali 2011 lalu, yang menyebutkan bahwa Pulau Mariam Besar dan Mariam Ode di wilayah Desa Teluk Santong Kabupaten Sumbawa telah dijual kepada pihak luar, justru proses pengadilan memutuskan pembatalan penjualan dan pulau tersebut dikembalikan ke Negara.

loading...

LEAVE A REPLY