Mudzakara Rea Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemda Sumbawa untuk Pembangunan 5 tahun ke depan

0
280
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), pada hari ini (Sabtu (16/12) digelar dan berlangsung di Istana Dalam Loka Sumbawa. Mudzakara Rea tersebut diikuti oleh para tokoh adat, budaya, tokoh agama, tokoh masyarakat yang datang dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Selain itu juga dihadiri sejumlah pengurus Ikatan Keluarga Sumbawa (IKS), Bandung, Jakarta, Makasar, Surabaya dan IKS lainnya.
Bupati Sumbawa, H Husni Djiril BSc, dalam sambutannya menyambut baik atas terselenggaranya Mudzakara Rea kedua pada tahun 2016.
H Husni—sapaan Bupati Sumbawa berharap Mudzakara itu tidak saja sebagai ajang diskusi dan berargumetasi tetapi diharapkan mampu mengembangkan sebuah lembaga adat yang kompeten dan mempunyai semangat baru untuk melangkah akseleratif dalam mewujudkan berbagai program kerja, sekaligus salah sebagai mitra strategis Pemerintah Daareh dalam memacu pembangunan 5 tahun ke depan.
“Bermitra, berkerja sama, bahu membahu membangun Kabupaten Sumbawa dengan dukungan Lembaga Adat Tana Samawa adalah satu keniscayaan untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat,” ujarnya.
Menurut H Husni, bahwa Lembaga Adat Tana Samawa ini memilik peran yang sangat penting dalam menjaga adat dan budaya Tau dan Tana Samawa. “Falsafah adat ‘Barenti Ko Syara, Syara Barenti Ko Kitabullah, Takit Ko Nene, Kangila Boat Lenge, serta prilaku Saling Pendi, Saling Satingi, Saling Beri, Adap Edap Boa Ela, kemudian Satemung Pemendai ke Panyadu adalah bagian dari jati diri Tahu Samawa yang tidak akan lekang oleh waktu dan harus dipertahankan sampai kapan pun disepanjang masa,” paparnya.
H Husni berharap Mudzakara tersebut diharapkan agar selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah guna menggali, melestarikan serta mengembangkan adat budaya, cagar budapa wisata daerah sebagai kekayaan yang tidakt ternilai hargannya, guna dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan peradaban Sumbawa di masa mendatang, yang bermuarah kepada peningkatan kesejahtaran masyarakat Sumbawa dari sektor kebudayaan dan pariwisata. “Semoga agenda adat ini dapat berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan harapan kita semua,” harapnya.
Sementara itu Sultan Sumbawa, Dea Maswawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dalam arahannya menyampaikan bahwa perjalanan Mudzakara ini dimulai pada tahun 2011 dan menghasilkan beberapa rekomemdasi, namun dari seluruh rekomendasi tersebut jelasnya masih banyak yang belum dapat dipenuhi, karena adanya beberapa kendala. Namun demikian jelas Sultan Sumbawa, bahwa Lembaga Adat Tana Samawa berusaha memposisikan diri dalam forum nasional, bahwa disamping memperkenalkan seni budaya Sumbawa, juga mencoba memberikan pemikiran positif kepada lembaga adat yang lain yang ada di Nusantara ini. Dengan menegaskan kembali bahwa Lembaga Adat Tana Samawa adalah bagian dari NKRI, mempertahankan UUDS dan Pancasila.
Menyinggung tema Mudzakara Rea, yakni Revitalisasi Peran Lembaga Adat Tana Samawa dalam mewujukan masyarakat yang relegius modern dan demokratis dalam Bingkai Kerik Salamat Tau ke Tama Samawa, Sultan Sumbawa berharap akan lahir konsepsi baru yang jauh lebih aplikatif untuk dilaksanakan bersama di Tana Samawa ini, sehingga identitas Tana Samawa ini akan bisa diwujudkan.
“Kita adalah masyarakat yang akan memayungi golongan atau orang-orang dari luar Sumbawa, untuk bersama-sama begerak dengan menjujung tinggi cita Lembaga Adat Tana Samawa,” harapnya.
Selain itu disampaikan Sultan Sumbawa, bahwa LATS juga mendukung program pemerintah diantaranya dalam mengatasi pengerusakan lingkungan seperi ilegal logging, membantu memberantas narkoba, dan pelanggaran sosial lainnya yang berlawanan dengan nilai-nilai agama dan adat istiadat. “Kita tidak bertindak sebagai pemerintah, kita membantu menjelaskan dan menunjang program pemerintah dalam masalah sosial tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Sultan Sumbawa, sekaligus melaunching buku berjudul ‘Pasatotang Tananang Boat Iwit Mate Telas Tau Samawa, yang dikarang oleh LATS Ano Rawi.
Pada Muzakara Rea kali ini akan dihadiri narasumber dari tokoh nasional dan internasional, diantaranya, Kurator Kementerian Pariwisata sekaligus Budayawan Nasional, Taufik Rahzen, Dr Kyai H Zulkifli Muhadli, A Gani Selim, Dr Zulkiflimansyah MSc, Ir H Badrul Munir MM, Nurdin Ranggabarani SH dan sejumlah narasumber lainnya.
Tokoh ini diharapkan akan memberikan kontribusi pemikiran yang positif dalam Mudzakara Rea tersebut. Selain serangkaian dengan kegiatan Mudzakara tersebut juga digelar Pameran Buku yang berkerjasama LATS dengan Kantor Arpusda Sumbawa, Sumbawa Literasi Institut dan UTS.

loading...

LEAVE A REPLY