Mahasiswa KKN UTS Perkenalkan Pupuk EM4 Kepada Petani Jorok

0
724
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Mahasiswa KKN Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) memperkenalkan Pupuk Organik Cair EM4 (Effective Microorganism 4) kepada para petani dan kelompok tani yang ada di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwis. Pupuk tersebut merupakan salah satu Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil karya Mahasiswa UTS yang tergabung dalam Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Ketua Kelompok KKN UTS Angkatan I, Eko Supriyanto SPd, kepada Gaung NTB mengatakan, bahwa Pupuk EM4 yang diperkenalkan tersebut merupakan pupuk organik dengan kumpulan bakteri fermentasi bahan organik yang berfungsi sebagai penyubur tanah, menyehatkan tanaman, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan untuk tanah.
Menurutnya, demonstrasi pembuatan pupuk EM4 itu dihadiri Kepala Desa Jorok, Sekretaris Desa Jorok, perwakilan kelompok tani, perangkat Desa Jorok, Kepala Dusun, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. mahasiswa KKN UTS menjelaskan tentang kelebihan penggunaan Pupuk EM4 dibandingkan dengan pupuk sintetik yang telah banyak tersebar di pasaran, sekaligus melakukan demonstrasi proses pembuatan pupuk organik cair ini. Hal ini karena pupuk organik EM4 memiliki kelebihan yakni ramah lingkungan.
Selain itu jelas Eko Supriyanto, penggunaan Pupuk EM4 dapat dikembangkan untuk pembuat kompos, pupuk cair organik, obat-obatan organik maupun fermentasi.
Pada kesempatan tersebut, Para peserta yang hadir khususnya petani memberikan tanggapan positif dan pemintaan yang tinggi terhadap Pupuk EM4 ini dilihat dari antusiasnya petani mengajukan banyak pertanyaan selama proses demonstrasi. Selain itu, petani tertarik dengan pupuk ini karena mudah dibuat dan bahan pembuatannya mudah didapatkan yaitu termasuk diantaranya limbah-limbah rumah tangga seperti nasi basi dan sayur-sayuran bekas.
Di tempat yang sama, Rian Adha Ardinata selaku penanggung jawab program  mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang akan menjadi gebrakan baru yang akan mengubah pola pikir masyarakat dalam ketergantungan terhadap pupuk sintetik, yang hingga saat ini persediaannya seringkali terbatas.
Melalui program itu Rian berharap petani dapat berkreasi sendiri dalam pembuatan pupuk organik sebagai pengganti pupuk sintetik yang terdapat di pasaran.
Petani setempat berharap agar kegiatan seperti pelatihan pembuatan pupuk ini dapat dilaksanakan secara rutin, untuk meningkatkan kemampuan petani, terlebih desa jorok merupakan salah satu desa yang memiliki kualitas pertanian yang baik dan modern.

loading...

LEAVE A REPLY