Kemenag Terus Optimalkan Pembinaan Madrasah Diniyah

0
330

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa terus optimalkan pembinaan pengurus Madrasah Diniyah. Hal itu dilakukan melalui Rapat Koordinasi Forum Kerjasama Madrasah Diniyah (FKMD).
“Kami telah menggelar rapat pada Rabu (23/11) kemarin, kegiatan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi bagi para guru dan pengelola Pendidikan Diniyah agar senantiasa berupaya menjaga, memelihara dan meningkatkan Kualitas Madrasah Diniyah yang dipimpinnya” Demikian disampaikan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H Ahmad Taufik, SAg MM kepada Gaung NTB.
Menurutnya, Pendidikan Diniyah adalah Pendidikan Formal sebagaimana di atur dalam Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2007 yang berfungsi selain merupakan tempat mendidik dan memperdalam Ilmu Agama Islam juga berfungsi sebagai sarana untuk membina Akhlak yang Mulia bagi anak. Pembinaan Madrasah Diniyah dilakukan sesuai Undang- undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dan Keputusan Menteri Agama Nomor 1 tahun 2001 tentang ketentuan Operasional Madrasah Diniyah.
Pendidikan Diniyah itu tambahnya, hampir sama dengan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) namun lebih luas cakupan pembelajarannya karena ada mata pelajaran sejarah islam, Fiqh sunnah dan bahasa arab. Disamping, para anak didik juga belajar dan mendalami ilmu Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil.
H Ahmad Taufik menyebutkan, terdapat 21 Madrasah Diniyah yang tersebar di semua kecamatan.
Saat ini, pembinaan karakter moral dan akhlak diperlukan dalam mendidik anak. oleh karena itu keberadaan Madrasah Diniyah harus terus dioptimalkan di Kabupaten Sumbawa sampai dengan akhir 2016 ini.
“Kami mengharapkan peran para orangtua agar dapat mendukung program-program yang dilakukan oleh para guru dan pengelola Madrasah Diniyah” seraya mengatakan pula dukungan dari Pemerintah Daerah demi lahirnya generasi muda Sumbawa yang islami menuju Sumbawa Hebat dan Bermartabat.

LEAVE A REPLY