Kasus Bendungan Sebewe Dihentikan

0
324
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah bertahun-tahun melakukan penyidikan, akhirnya pada Jum’at (09/12) Kejaksaan Negeri Sumbawa justru mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap tiga orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek bendung suplesi Sebewe Kecamatan Moyo Utara.
Karenanya status tersangka Slamet Mujiono (kontraktor pelaksana), H lalu Makbul Maya (Direktur PT Ngadek Jaya Mataram selaku pemenang tender) dan Muhammad Saleh (Pengawas Lapangan, kini Pensiunan Dinas PU Sumbawa), otomatis gugur.
Kajari Sumbawa Paryono SH dalam konferensi pers di ruang kerjanya Jum’at (09/12)–bertepatan dengan peringatan hari anti korupsi sedunia, langsung mengumumkan kepada wartawan media cetak dan elektronik tentang penghentian penyidikan atas kasus jebolnya bendungan yang dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaram 2009 lalu senilai Rp 1.950.000.000 itu.
Didampingi Kasi Pidsus Anak Agung Raka Putra Darmana SH dan Kasi Intel Erwin Indrapraja SH MH, Paryono menyatakan alasan penerbitan SP3 tersebut. “Penyidikannya dinyatakan dihentikan dengan dasar hasil evaluasi yang diakukan dari penyidikan yang dilakukan oleh tim Jaksa Penyidik ternyata belum ditemukan perbuatan melawan hukum atau belum ditemukan adanya bukti yang kuat atas penyimpangan yang dilakukan,” terangnya.
Kajari Paryono mengakui bahwa dalam penyelidikan dan penyidikan telah mengantongi hasil pemeriksaan tim Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia yang menyatakan terdapat kerugian negara sebesar Rp 1,6 Miliar. “Namun setelah dilakukan penajaman dan pendalaman, ternyata kerugian negara dimaksud dihitung pada masa pemeliharaan proyek,” katanya. Artinya, kontraktor pelaksana telah melaksanakan tanggung jawabnya dengan melakukan perbaikan kembali terhadap bagian sayap yang “lenyap tak berbekas” karena tidak mampu menahan air yang terbendung saat terjadinya banjir di wilayah itu.
“Karena tidak ditemukan adanya bukti kuat maka kasus ini di-SP3-kan,” katanya.
Ia beralasan, Kejaksaan tidak ingin menzalimi orang (tersangka) tanpa bukti yang kuat. Menurutnya, jika berkas perkaranya dipaksa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, para tersangka juga akan dibebaskan.
Tetapi, lanjutnya, jika nanti ada ditemukan novum (bukti baru) maka tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan hukum dan perundangan yang berlaku.

loading...

LEAVE A REPLY