Indeks Kepuasan Masyarakat Meningkat Penyelenggaraan Haji Kemenag Kabupaten Sumbawa Terbaik Nasional

0
349
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Penyelenggaraan Ibadah Baji yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa pada tahun 2016 ini masuk dalam salah satu kategori terbaik Tingkat Nasional. Hal itu dinilai dari indeks kepuasan masyarakat yang meningkat cukup sifnifikan. Selain itu berdasarkan testimoni yang disampaikan para jamaah haji, rasa aman dan nyaman telah didapatkan selama menjalankan ibadah haji mulai perjalanan Sumbawa-Lombok, menunggu jadwal keberangkatan di Asrama Haji Mataram, perjalanan menuju Kota Mekkah dan Madinah Saudi Arabia serta proses ibadah haji di tanah suci hingga kembali lagi ke Sumbawa dalam keadaan sehat dan selamat. Keberhasilan itu tentunya diraih atas kerjasama dari semua elemen mulai dari Kemenag RI selaku penyelenggara, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, Pol PP, Kepolisian, TNI serta keterlibatan aktif masyarakat, hal itu disampaikan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, Drs H Sulman Hafifi kepada Gaung NTB, belum lama ini.
Meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terkait penyelenggaraan ibadah haji ini menurut H Sulman, sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diterima oleh setiap jamaah pada saat pelaksanaan Ibadah Haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
Pelayanan Penyelenggaraan Ibadah Haji jelasnya, dimulai dari penyeleksian administrasi dokumen haji, pembayaran setoran awal, setoran pelunasan, pengumpulan Daftar Administrasi Perjalanan Haji (DAPI) dan dilampirkan dengan Manifest Jamaah Haji masing-masing regu di setiap kecamatan, kemudian pembuatan Paspor, pembuatan Visa yang dilampirkan dengan Manifest juga, selain itu penyelenggaraan Manasik Haji selama 10 kali yakni 7 kali dilakukan di tingkat kecamatan dan 3 kali dilakukan di tingkat kabupaten menjelang keberangkatan.
Sementara menyinggung mengenai Kuota Haji tahun 2017, disampaikan H Sulman, Kuota haji untuk tahun 2017 mendatang masih sama dengan tahun 2016 yakni 330 orang, sementara untuk nama-nama jamaah yang berangkat 2017 sedang dilakukan pemeriksaan dokumen awal.
Terkait dengan Manasuk Haji, lebih jauh dijelaskan H Sulman, bahwa tahun sebelumnya Manasik Haji digelar 4 kali di kecamatan dan 3 kali di kabupaten jadi total 7 kali manasik, namun ada pembinaan haji bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat, tapi karena dirasa tidak bersentuhan langsung dengan jamaah, sehingga pembinaan dihapus kemudian Manasik ditambah selama 10 kali.
Untuk pembuatan Visa bagi Jamaah Haji tahun 2017, menurut H Sulman akan ada perubahan, sebelumnya Visa dapat diurus kapanpun, misalnya ada 100 urus Visa dan nanti sisanya bisa dilakukan lagi. Namun ini katanya, Visa harus diurus sekaligus dengan menyertakan Manifest Jamaah per regu sesuai dengan kecamatan masing-masing.
Menyinggung masalah Transport haji, disampaikan H Sulman, bahwa untuk biaya transportasi dari daerah asal yakni Sumbawa ke Asrama Haji di Mataram pada 2016 ini semuanya ditanggung oleh Pemerintah Daerah yang bersumber dari APBD dengan besar Rp 400 ribu per jamaah, sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, biaya transportasi antar daerah setengah ditanggung Pemda dan setengah lagi ditanggung jamaah.
“Kami berharap tahun 2017 nanti biaya transportasi antar Sumbawa Lombok bisa ditanggung Pemda meski belum ada kepastiannya ada atau tidak tapi kami tetap optimis,” ujarnya.
Sedangkan untuk asuransi Jamaah Haji yang meninggal dunia di Tanah Suci, menurut H Sulman, semuanya sudah dibayarkan oleh Pemerintah Pusat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pusat yang langsung mengurus klaim asuransinya, biasanya keluarga yang harus mengurus asuransinya.
Masih menurut H Sulman, bahwa pada tahun lalu Bupati Sumbawa sudah mengeluarkan surat himbauan agar setiap kecamatan juga mengadakan kegiatan pelepasan jamaah. Sebelum nantinya pelepasan jamaah juga dilakukan di kabupaten oleh Bupati. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah masyarakat yang mengantarkan jamaah ke kabupaten sehingga arus lalu lintas di dalam kota macet.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah masyarakat yang datang ke kabupaten tidak terlalu banyak dan arus lalu lintas masih bisa dikendalikan, itu juga diharapkan tahun depan bisa terus aman,” harapnya
Disisi pihak, animo masyarakat di Kabupaten Sumbawa untuk melakukan ibadah haji sangat tinggi, karena kuota masih belum bisa menampung semua permintaan masyarakat, sehingga keberadaan Biro/Travel Umroh sangat membantu. Namun tentunya masyarakat harus jeli dan pintar memilih Travel Umroh dengan memperhatikan ada tidaknya ijin dan rekomendasi Kemenag hal itu penting agar jamaah terlindungi dan aman sebelum berangkat ibadah.
“Kami tidak sembarangan mengeluarkan rekomendasi bagi Travel Umroh, tentu kami akan meminta izin yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama di pusat dulu, sementara rekomendasi dari Kemenag Kabupaten diperlukan untuk mengurus Paspor, kami berharap penyelenggaraan umroh oleh travel itu tetap aman dan memperhatikan pelayanan optimal kepada jamaahnya” demikian tutup H Sulman.

loading...

LEAVE A REPLY