GSC Masih Luncurkan Program Bintek Tendik PAUD 2017

0
764

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Meski Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi Sehat Cerdas (GSC) sudah berakhir tahun ini, namun pada tahun 2017 mendatang, Program GSC masih meluncurkan program lanjutan untuk pelatihan Tenaga Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Disamping itu juga masih diluncurkan anggaran untuk Dana Operasional Kegiatan (DOK) yakni anggaran untuk penguatan kapasitas dan dana operasional di tingkat kecamatan.
Pasilitator Kabupaten PNPN GSC Kabupaten Sumbawa, Hasta Nugraha Tejayuana, kepada Gaung NTB, disela-sela kegiatan Workshop Koordinasi Lintas Sektor dan Pertemuan Mulity Pihak, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Cerdas (PNPM-GSC) yang berlangsung di Hotel Parahyangan Sumbawa, belum lama ini, menyampaikan bahwa memang program PNPM GSC ini berakhir di tahun 2016, khususnya untuk program bantuan langsung kepada masyarakat (BLM) Kegiatan.
Untuk diketahui jelas Hasta—sapaan akrab Paskab PNPM GSC Kabupaten Sumbawa itu, bahwa BLM tersebut ada dua jenis yakni BLM Dana Operasional Kegiatan (DOK) dan BLM Kegiatan.
Untuk BLM Kegiatan jelasnya, merupakan dana bantuan langsung kepada masyarakat yang dihajatkan untuk kegiatan kemasyarakatan, semenatra untuk BLM DOK, yakni bantuan kepada kecamatan untuk penguatan kapasitas, kemudian untuk dana operasional dan lain sebagainya.
Untuk tahun 2017 jelasnya, PNPM GSC masih memiliki anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk BLM DOK, (penguatan kapasitas,) juga masih ada dana untuk Pilot Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar Rp 550.000.000 yang direncanakan untuk pelatihan tenaga pendidik PAUD.
Pelatihan tersebut jelasnya, merupakan kelanjutan dari pelatihan tahun sebelumnya terhadap Tendik PAUD, dan untuk tahun 2017 direncakan akan dilatih Tenaga Pendidik PAUD masing-masing 3 orang untuk satu desa dari beberapa kecamatan yang menjadi lokasi PNPM GSC.
Selain itu Hasta juga menjelaskan bahwa fokus kegiatan GSC itu adalah di desa, namun karena sekarang ini sudah ada Dana Desa yang nilainya cukup besar, sehingga pemerintah berharap agar program yang ada di desa tidak terjadi tumpang tindih atau overlaping, kemudian juga diharapkan dana desa tidak terganggu oleh karena ada kegiatan di luar program desa. Sehingga untuk menjamin hal itu kata Hasta, GSC menggunakan mekanisme integrasi.
Mekanisme integrasi itu jelasnya, dilaksanakan berdasarkan hasil pembelajaran program selama ini, dimana GSC telah memberikan sejumlah program yang bermanfaat sangat baik bagi masyarakat, dan program itu diharapkan agar dapat ditindaklanjuti oleh desa melalui dana desa.
“Desa dapat mengalokasikan anggaran untuk program itu melaui dana desa, sehingga yang baik dari progrm GSC itu dapat diteruskan oleh desa,” harapnya.
Selain itu lanjut Hasta, tentu selain peran desa dalam ini juga diperlukan peran dari pemerintah kabupaten, untuk itulah diperlukan penyusunan Recana Aksi Daerah (RAD) dengan harapan agar dapat dialokasikan anggaran untuk kegaitan sosial dasar masyarkat secara tepat melalui APBD Kabupaten, khusunya pada sektor pendidiakn dan kesehatan, sehingga dalam penyusunan RAD tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa dan Dinas Kesahatan.
Prinsip lain yang harus diperhatikan dalam penyusunan program tersebut jelasnya, yakni program yang dilahirkan dan harus muncul dari bawah.
“Sebenarnya dana desa itu belum cukup, sehingga masih dibutuhkan intervensi dari pemerintah, dengan mengacuk epada Renstra dan Renja dari SKPD, sehingga ketigatan betul-betul muncul berdasarkan kebutuhan dasar dari bawah, Termasuk juga adanya singkronisasi dengan program provinsi maupun pemerintah pusat,” paparnya.
Menyinggung hasil evaluasi selama PNPM GSC berlangsung di Kabupaten Sumbawa, Hasta menyampaikan bahwa keberadaan GSC selama ini di Kabupaten Sumbawa telah membawa perubahan yang cukup signifikan terutama untuk bidang Pendidikan dan kesehatan sebagai sektor yang fokus digarap oleh GSC.
Menurutnya tingkat kematian ibu dan anak sudah sangat rendah, kemudian tidak ada lagi masalah gizi buruk, sementara untuk sektor pendidikan terutama PAUD, beberap desa telah diitervensi pembanguna gedung PAUD, peningkatan kapasitas tendik PAUD yang telah dilakukan melalui pelatihan-petihan, pembelian Alat Permainan Edukatif (APE), dan pengadaan fasilitas lainnya.
“Sejak adanya PNPM GSC di Kabupaten Sumbawa, setidaknya ada sekitar 100 miliar rupiah anggaran yang telah diluncurkan di daerah ini khususnya bidang pendikan dan kesehatan,” demikian Hasta Nugraha.

LEAVE A REPLY