CTKI Dihimbau Waspadai PJTKI Ilegal

0
453
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Bagi para Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang berkeinginan untuk mencari kerja, sebaiknya lebih selektif lagi dalam memilih Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), selaku pihak yang melakukan perekrutan untuk diberangkatkan ke luar negeri. Pasalnya, masih ada beberapa Pekerjaan Lapangan (PL) atau yang biasa disebut sponsor perusahaan perekrut CTKI yang tergolong ilegal. Hal ini diungkapkan Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten sumbawa, Zainal Arifin SPt MSi.
Menurut Arifin—sapaan akrabnya, hingga saat ini masih ada pengaduan dari beberapa kalangan yang menyebutkan masih ada PJTKI yang melakukan perekrutan CTKI di luar prosedur. Sebagai contoh, Disnakertrans Sumbawa menerima laporan langsung yang menyebutkan jika PT Bidar Timur telah melakukan perekrutan salah seorang CTKI di Desa Dete Kecamatan Lape. Sementara PJTKI tersebut, tidak memiliki Kantor Cabang di Sumbawa.
Berdasarkan koordinasi dengan BP3TKI Propinsi NTB, kata Arifin, PT Bidar Timur ini dinyatakan ‘Tunda Layanan’ dalam hal perekrutan dan pemberangkatan CTKI dan telah bersurat ke Kementerian untuk segera dicabut ijin operasionalnya. “Setahun yang lalu, PT Bidar Timur pernah buka kantor cabangnya di Sumbawa dengan job Abu Dhabi,” ujarnya.
Karena itu kata Arifin, jika ada CTKI yang diberangkatkan melalui PT Bidar Timur, itu sama dengan ilegal dan telah menyalahi aturan. “Kami minta masyarakat selalu waspada dan selektif terhadap bujuk rayu dan iming–iming uang saku sebanyak Rp 5 juta dari para PL atau calo alias sponsor, apalagi menggunakan paspor 48 halaman. Itu jelas illegal,” tegasnya.
Jika hal ini tidak diwaspadai, maka masyarakat sendiri selaku CTKI yang dirugikan. “Masyarakat harus cerdas dan menanyakan secara detail tentang surat surat resmi perusahaan pengerah jasa tenaga kerja, petugas lapangannya serta ijinnya agar dapat terlindungi,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY