Bangun Kemitraan Strategis, Kemenag Sumbawa Jalin Kerja sama dengan Pemda Sumbawa

0
935
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Keberadaan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa selama ini sepertinya kurang mendapat perhatian dari masyarakat, ada kesan peran Kemenag hanya sebatas menyangkut urusan agama saja, padahal sesungguhnya keberadaan Kemenag sangat urgen bagi kepentingan umat manusia dalam segala lini kehidupan.
Kasubag Tata Usaha Kemenag Sumbawa, Drs H Syukri, MSI, yang ditemui Gaung NTB, Senin (28/11) menyampaikan bahwa Kemenang Sumbawa telah menjalin kemitraan strategis yang luar biasa dengan Pemda Sumbawa dalam hal fungsi agama dan moralitas.
Langkah pertama yang sudah dilakukan jelasnya, yakni adanya penyerahan hibah kepada Kementerian Agama Sumbawa terhadap 5 Kantor Urusan Agama (KUA) meliputi KUA Kecamatan Labangka, Rhee, Moyo Utara, Unter Iwis dan KUA Sumbawa. Sebelumnya seluruh KUA tersebut jelasnya merupakan aset Pemda Sumbawa, namun dengan adanya penyerahan hibah yang berlangsung tahun 2015 lalu itu, maka KUA tersebut menjadi aset Kemenag Sumbawa
Bahkan yang sangat luar biasa lanjut Syukri, pada tahun 2016 ini Pemda Sumbawa telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tanah tahap pertama seluas 5 Hektar, yang berlokasi di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir. Lokasi tersebut jelasnya, akan dibangun Madrasah Aliyah Keagamaan dan Kejuruan (MAKK).
Sementara untuk tahap kedua akan menyusul pengadaan tanah seluas 5 hektar lagi, sehingga total luas lahan yang harus disediakan seluas 10 hektar, sesuai dengan persyaratan lahan yang diperlukan untuk pembangunan MAKK tersebut. Karena direncanakan akan dibangun MAKK yang lengkap mulai dari ruang belajar, asrama, laboratorium, fasilias olah raga, dan fasilitas pendidikan lainnya.
Berikutnya sambung Syukri, pada tahun ini Pemda Sumbawa juga telah menghibahkan tanah yang dihajatkan untuk pembangunan KUA dan Gedung Menikah, yang rencananya akan mulai digarap pada tahun 2018 mendatang. Lahan untuk Kecamatan Ropang dan Lunyuk sudah tersedia, sementara untuk tahun ini yang mulai dibangun KUA dan Balai Nikah di Plampang dan Moyo Hulu. “Kami akan membangun KUA sekaligus gedung tempat nikah, sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk menggelar pernikahan,” ujar pejabat murah senyum itu.
Disamping itu Syukri juga menyampaikan bahwa Kemenang Sumbawa juga terus melakukan pembenahan sebagai salah upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, diantaranya pentingnya keterlibatan Kemenag dalam hal penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Di era globalisasi sekarang ini jelasnya, terjadi pergeseran nilai yang cukup tinggi terutama nilai-nilai agama yang berakibat terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Tentu peran Kemenang melalui Penyuluh Agama sangat penting dan strategis dalam hal ini untuk meminimalisir terjadinya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. “Tidak cukup para psikolog memberikan pencerahan kepada pelaku, tetapi dibutuhkan peran yang lebih dan disinilah diperlukan peran Penyuluh agama,” paparnya.
Karena penyuluh agama katanya memiliki ilmu agama cukup tinggi, sehingga akan lebih besar pengarunya dalam memberikan pencerahan.
“Kejahatan itu terjadi karena rendahnya moralitas, sehingga targetnya adalah pelaku yang harus diberikan pembinaan, karena untuk membuat orang bertobat dan mencegah terjadinya kekerasan itu perlu diberikan pencerahan,” paparnya.
Diharapkannya bagi masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Penyuluh Agama yang ada di Kabupaten Sumbawa dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Untuk diketahui katanya, selain ada 15 orang Penyuluh Agama se Kabupaten Sumbawa, juga ada Penyuluh Agama Non PNS sebanyak 267 yang tempat di masing-masing KUA sebanyak 8 orang. “Masyarakat dapat mengakses Penyuluh tersebut melalui KUA setempat,” katanya.
Dijelaskan pula, bahwa peran KUA sebagai perpajangan tangan Kemenag yang ada di kecamatan, bukan hanya mengurus masalah kawin cerai tetapi lebih dari itu. Peran KUA katanya sangat strategis selain berbicara masalah nikah juga menyangkut masalah nasehat perkawinan.
Di setiap KUA jelasnya dapat menjadi tempat untuk shering permasalahan perkawinan juga menjadi tempat untuk mendapatkan pencerahan terhadap masalah agama lainnya.
“Silahkan manfaatkan keberadaan KUA di kecamatan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait berbagai permasalahan agama,” pintanya.
Sementara terkait dengan masalah kerukunan Umat beragama, dijelaskan Syukri, Kemenag Sumbawa bersama Pemda sudah membentuk Forum Kerukunan Umbat Beragama (FKUB), yang anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh agama yangn ada di daerah ini, dengan tujuan untuk memfasilitasi setiap permasalahan yang terjadi antar umat beragama dengan output terjalinnya kerukunan antar umat beragama di daerah ini.

loading...

LEAVE A REPLY