Aksi Bela Islam 212 Sumbawa Berlangsung Damai Forum Penegak Syiar Islam Minta Ahok Ditahan

0
2531
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Aksi bela Islam jilid III yang berlangsung Jumat (02/12), terjadi hampir di seluruh daerah Indonesia termasuk di Kabupaten Sumbawa dan aksi bela Islam berlangsung damai, karena dilaksanakan dalam bentuk Sumbawa Berdzikir setelah melaksanakan Shalat Jumat berjamaah yang berlangsung di Masjid Agung Nurui Huda Sumbawa.
Aksi tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk warga muslim Rohingya Myanmar, serta Launching Gerakan Shalat Subuh Berjamaah bersama Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah dan TGH Ahmad Muchlis Ketua KNRP NTB.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa, Rektor UNSA, Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua NU, serta pengurus sejumlah organisasi islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar.
Sekretaris Panitia, Ustadz Reffi dalam arahannya menegaskan bahwa hari ini umat Islam Sumbawa membuktikan kepada dunia bahwa umat yang membela agama Allah dengan cinta damai demi keutuhan NKRI. “Aksi ini merupakan aksi penuntutan terhadap pelaku penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok untuk dapat dilakukan penahanan,” jelasnya.
Aksi katanya, bukan untuk memecah bela NKRI, bukan juga membenci etnis tertentu, aksi ini semata–mata menuntut agar pelaku penista agama segera ditahan sebab pelaku penista agama tidak boleh hidup nyaman di negara ini. “Hanya dua kalimat yang kami tuntut, penjarakan Ahok, itu saja”, tandasnya.
Selanjutnya Ustadz Jurnawih Fachruddin dari Forum Penegak Syiar Islam membacakan beberapa isi tuntutan, diantaranya mendesak Kejaksaan Agung RI untuk melakukan penahanan terhadap pelaku penista agama, mendesak aparat penegak hukum untuk benar–benar melaksanakan supremasi hukum tanpa pandang bulu, agar tercipta rasa keadilan bagi masyarakat, selain itu mereka juga mendesak pemerintah untuk tidak memberikan perlindungan bagi pelaku penista agama, serta menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya umat islam untuk tetap mengawal proses hukum pelaku penista agama, dan menghimbau kepada umat Islam untuk tetap besatu padu dalam membela agama dan menjaga keutuhan NKRI dan Kebhinekaan berdasarkan pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945.
Selanjutnya pernyataan sikap tertulis tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sumbawa, didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa.

loading...

LEAVE A REPLY