PT Newmont Nusa Tenggara

GSC Fasilitasi Pembentukan Balai Rakyat di Seluruh Desa di Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Menjelang berakhirnya PNPM Generasi Sehat Cerdas (GSC) di Kabupaten Sumbawa, namun untuk menindaklanjuti program tersebut di desa GSC memfasilitsi pembentukan Balai Rakyat yang rencananya akan dibentuk di seluruh desa di Kabupaten Sumbawa.
Fasilitator PNPM GSC Kabupaten Sumbawa, Hasta Nugraha Tejayuana kepada Gaung NTB belum lama ini menyampaikan bahwa dalam upaya merubah prilaku masyarakat menjadi masyarakat yang kritis, cerdas dan akan diwadahi melalui lembaga yang disebut dengan Balai Rakyat.
Balai Rakyat ini jelasnya, akan menjadi wadah berhimpun masyarakat untuk memperkuat eksistensi rakyat di tingkat desa dalam rangka membangun desa.
“Balai rakyat akan menjadi Pusat informasi dan pengetahuan masyarakat di tingkat desa,” jelasnya.
Keberadaan GSC jelasnya, akan membawa generasi betul-betul melekat dihati rakyat dan berjalan sesuai dengan koridor aturan yang ada.
Dijelaskannya, di tahun 2016 ini, GSC sedang merancang untuk memberikan desimenasi tentang Balai Rakyat kepada seluruh desa. Balai Rakyat ini jelasnya, akan diisi oleh orang-orang yang peduli kepada desa, akan menjadi mitra pemerintah desa dalam merancang pembangunan desa nantinya. “Balai Rakyat akan menjadi pusat berkumpul untuk menyuarakan kepentingan rakyat di tingkat desa,” jelasnya.
Lebih jauh disampaikan Hasta—sapaan akrab Paskab GSC Kabupaten Sumbawa, bahwa yang menjadi motor dari Balai Rakyat ini diantaranya LSM yang ada di tingkat desa, kemudian lembaga lainnya yang ada di desa, selain itu juga Balai Rakyat ini juga dapat diisi oleh orang-orang kritis yang ada di desa.
terkait dengan persiapan Balai Rakyat ini jelas Hasta, pihaknya telah melakukan sosialisasi di sejumlah desa di Kabupaten Sumbawa, selanjutnya melakukan identifikasi terhadap lembaga-lembaga yang ada di desa yang nantinya akan bergabung dalam Balai Rakyat tersebut.
Dalam identifikasi tersebut jelas Hasta, temasuk dilakukan identifikasi terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama yang selama ini di dengar dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa. “Mereka semua akan menjadi bagian dari Balai Rakyat,” ujarnya.
Disinggung mengenai sistem menajemennya, disampaikan Hasta, Balai Rakyat ini bukanlah lembaga struktural, tetapi sifatnya kolektif kolegial, atau kepemimpinan bersama dibawa sala seorang koordinator.
Menurut Hasta, untuk mewujudkan Balai Rakyat ini, GSC akan berkolaborasi dengan Pendamping Desa untuk secara bersama-sama turun ke desa memfasilitasi sekaligus membentuk Balai Rakyat ini.
Secara rinci jelaskan Hasta, tujuan Pengembangan Balai Rakyat di Lokasi GSC antara lain, yakni mendorong peningkatan pencapaian 12 target indikator dan perluasan peningkatan kualitas dalam pemenuhan kebutuhan dasar, kemudian mengembangkan kaderisasi, peran dan kapasitas masyarakat secara individu dan kolektif dalam pengembangan desa.
Selain itu Balai Rakyat juga dihajatkan untuk mengembangkan kegiatan berbasis pengalaman lokal yang memungkinkan terjadinya proses koletif masyarakat, selanjutnya mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik (Good Village Governance), mengembangkan sistem yang memungkinkan terjadinya keberlanjutan proses pembelajaran kolektif masyarakat, kemudian membangun wadah kemitraan antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha dan mengembangkan perluasan ekonomi produktif dan kapasitas kewirausahaan masyarakat desa.
Untuk diketahui jelas Hasta, pada tahun 2016 ini GSC bersama Pendamping desa sedang melakukan sosialisasi dan pelatihan sekaligus direncanakan akan dibentuk Balai Rakyat ini di desa secara bertahap. “Kita targetkan di tahun 2016 ini ada 50 desa yang akan terbentuk Balai Rakyat,” jelasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply