PT Newmont Nusa Tenggara

250 Siswa MTsN Sumbawa Terima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP)

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sebanyak 250 Siswa MTsN Sumbawa terima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan itu langsung diserahkan oleh Kepala MTsN Sumbawa Adiat Hasan, SAg. Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komite Madrasah Suryanto SAg, guru, pihak Bank Syariah Mandiri Cabang Sumbawa sebagai mitra dalam pencairan dana bantuan pemerintah serta para wali murid yang terlihat cukup antusias mengikuti proses penyerahan bantuan itu secara langsung.
Kepala MTsN Sumbawa Adiat Hasan, SAg pada kegiatan penyerahan dan penerimaan bantuan tunai PIP di Aula MTsN Sumbawa Selasa, 13 (12/16) lalu menghimbau sekaligus mengajak semua wali murid untuk dapat memberikan motivasi kepada putra-putrinnya agar terus sekolah.
Menurutnya, sekarang ini perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan sangat serius, terbukti dengan adanya bantuan semacam ini.  Akan tetapi sambungnya, bantuan dari pemerintah itu baru dapat tersalurkan apabila memenuhi persyaratan, Adapun persyaratan itu diantaranya masih terdaftar namanya di sekolah.
Disebutkan Adiat, menjadi peserta didik adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anak pada usia sekolah, setelah itu baru pemerintah akan memberikan tanda penerima yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Dengan kepemilikan KIP sambungnya, maka pihak madrasah berhak mengusulkannya untuk mendapatkan bantuan tersebut kepada penyelenggara yakni Kementerian Agama (Kemenag).
Lebih lanjut Kepala Madrasah ramah itu menginformasikan, bahwa siswa MTsN Sumbawa menerima bantuan tunai dari pemerintah terhitung sejak dimulai kebijakan pemerintah diberlakukan. “Alhamdulillah MTsN Sumbawa dari tahun-tahun tetap diberikan jatah yang sama yaitu  250 siswa, Kuota itu sungguh luar biasa, mengingat setengah dari jumlah siswa seluruhnya dapat menikmati bantuan tunai ini,” ujarnya.
Selanjutnya, jumlah bantuan yang akan diterima oleh siswa yang sudah terdaftar adalah sebesar 750 Ribu Rupiah dengan proses pencairan dalam dua semester. Sedangkan per semesternya diterima dengan besaran 375.000 (tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk masing-masing siswa.
Adiat mengungkapkan, untuk periode pertama terhitung dari tahun ajaran baru pada setiap tahunnya, dan untuk tahun ajaran 2016/2017 dimulai dari bulan Juli sampai Desember 2016 dan berikutnya dari Bulan Januari sampai Juni 2017.
Oleh karena itu, bantuannya dapat dimanfaatkan untuk membantu sebagian dari beberapa kebutuhan sekolah, seperti, beli baju, celana,sepatu, buku dan lain-lain.
Diterangkannya, sangat tidak dibenarkan jika uang tersebut digunakan oleh orang tua digunakan untuk keperluan rumah tangga. “Uang itu adalah hak anak-anak kita, orang tua hanya mengambil menyimpan dan membelanjakannya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukannya,” jelasnya.
Walaupun secara simbolis orang tua yang mengambil bantuan tersebut dari Bank, namun yang tertulis pada buku rekening adalah nama anak itu sendiri. “Bapak ibu juga harus maklumi bahwa bantuan ini bukanlah bersifat totalitas untuk memenuhi semua kebutuhan, akan tetapi bersifat membantu beberapa keperluan sesuai dengan kadar kebutuhan anak sekolah” terangnya.
Sementara itu, Wakil Komite Madrasah Suryanto, SAg dalam sambutannya  turut memperjelas beberapa aturan yang sudah diberlakukan di madrasah tersebut.
Suryanto mengajak suluruh wali murid untuk berperan aktif dalam memajukan madrasah dengan cara mendukung semua kegiatan ekstrakurikuler seperti MTs mengaji, pembinaan sains, olah raga, pramuka,PMR dan kegiatan-kegiatan lainnya.
“Dengan keterlibatan kita semua Insyaallah keberhasilan itu akan bisa kita wujudkan, keberhasilan mereka adalah keberhasilan kita semua, keberhasilan mereka adalah kesuksesan kita juga” harapnya.
Berdasarkan pantauan Gaung NTB, Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Program ini adalah program bantuan tunai pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang  orang tuanya kurang mampu membiayai kebutuhan pendidikan. Program ini juga bertujuan untuk membantu peserta didik agar tidak putus sekolah (Drop Out) karena keterbatasan biaya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply