PT Newmont Nusa Tenggara

Sebagai Sekolah Rujukan SMAN 1 Sumbawa Sambut Baik Perbup Literasi dan Mulok

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Rencana Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Program Literasi dan Muatan Lokal (Mulok) tahun 2017 mendatang, disambut baik kalangan pendidikan terutama oleh Sekolah Rujukan.
Bagi SMA Negeri 1 Sumbawa, yang merupakan salah satu Sekolah Rujukan di Kabupaten Sumbawa, Literasi ini bukanlah barang baru. Sekolah Rujukan dituntut harus mampu mengamankan kebijakan nasional. Salah satunya, Gerakan Literasi Nasional.
Gerakan ini menurut kepala sekolah setempat, Fahrizal, SPd, MPd, malah sudah dilaksanakan satu semester. Begitu juga dengan Perpustakaan Mini sebagai pendukung Literasi ini, sudah disiapkan.
Sementara untuk Muatan Lokal (Mulok) kata Ical—sapaan akrabnya, saat salah satu sekolah unggulan dalam Kota Sumbawa ini, ditetapkan sebagai Sekolah Model pada tahun 2010 lalu, telah memunculkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Salah satunya, mengajarkan tentang bahasa daerah Sumbawa.
Bahkan pihak sekolah menetapkan kebijakan, setiap hari Jum`at, bahasa pengantar harus menggunakan Bahasa Sumbawa. “Tapi saat itu, dalam tatanan pelaksanaannya belum begitu maksimal,” ujarnya.
Kebijakan itu sendiri dikeluarkan, karena komunikasi sebagian besar pelajar memakai Bahasa Indonesia.
Setelah ditunjuk menjadi Sekolah Rujukan lanjut mantan Kepala SMA Negeri 1 Lape ini, sekolahnya mencoba untuk kembali memunculkan tentang Mulok ini. “Menggunakan Bahasa Sumbawa dalam lingkungan sekolah sudah kita mulai, meski ini belum masuk dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara utuh,” tandasnya.
Dengan diterbitkannya Perbup tentang Literasi dan Mulok nanti, Ical yakin, program Sekolah Rujukan di sekolahnya bakal semakin berjalan baik. “Sesuatu yang baik terkadang harus sedikit dipaksakan, supaya nantinya jadi terbiasa membaca dan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibunya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam Perbub Literasi nanti, 15 menit sebelum proses KBM berlangsung guru dan siswa diwajibkan untuk membaca buku fiksi dan tafsir. Sementara untuk Perbup Muatan Lokal (Mulok) nantinya akan ada satu hari dimana guru dan siswa diwajibkan menggunakan Bahasa Sumbawa.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply