PT Newmont Nusa Tenggara

Mudzakarah Rea Lembaga Adat Tana Samawa kembali Digelar

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Mudzakarah Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) kembali digelar untuk yang kedua kalinya sejak tahun 2010 lalu. Untuk pertama kalinya, Mudzakarah Rea ini diselenggarakan tahun 2010 dengan salah satu produknya adalah Penobatan Sultan Muhammad Kaharuddin IV sebagai Sultan Sumbawa ke-XVII. Selain itu juga dibentuk kepengurusan LATS di dua kabupaten yakni Kabupaten Sumbawa (KS) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Seiring dengan itu, LATS pada saat Mudzakarah Rea 2010 lalu telah menyusun program kerja kemudian penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dan mengeluarkan rekomendasi-rekomednasi baik sifatnya internal maupun eksternal, hal ini disampaikan Sekretaris Umum LATS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, SAg, kepada Gaung NTB, Senin (12/12).
Disampaikan Syukri, dari sejumlah program kerja, ada beberapa program kerja yang telah dilaksanakan oleh LATS antara lain mengusulkan pergantian nama Bandara Brang Biji menjadi Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, kemudian penyusunan kamus standar Basa Samawa yang sampai saat ini belum dapat diterbitkan, selain itu juga dilakukan pengkajian dan seminar standarisasi Pakaian Adat Samawa.
Menurut Syukri, buku tersebut telah disusun oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa. “Insya Allah akan dilaunching saat hari jadi Kabupaten Sumbawa pada tanggal 22 Januari tahun 2017,” mendatang ujarnya.
Selain itu juga telah digelar Lomba Cerdas Cermat Bahasa dan Sejarah bagi anak-anak SMA di 5 kecamatan, kemudian bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa  menginisiasi terselenggaranya Festival Muharram yang pada perkembangan lebih lanjut mentradisi Parade Malala (pembuatan minyak Sumbawa) oleh para Sanro.
Selanjutnya bersama KNPI Kabupaten Sumbawa di bawah Ketua Andi Rusni menyelenggarakan Sarasehan tentang resolusi konflik pasca kasus 221 tahun 2013, kemudian bekerja sama dengan Badan Bahasa Provinsi NTB serta Badan Bahasa Pusat Kementrian Pendidikan Nasional melakukan perekaman Basa Samawa, Sakeco dan Bakilung.
Syukri yang juga komisioner KPU Sumbawa itu juga menjelaskan bahwa dalam perjalanannya, LATS sebagai lembaga yang sejak awal dibentuk sebagai lembaga mitra strategis Pemerintah Daerah, eksistensinya semakin diperkuat dengan keluarnya Perda Nomor 9 tahun 2015 yang merupakan Perda inisiatif DPRD Kabupaten Sumbawa. “Alhamdulillah, ini merupakan sesuatu yang sangat patut diapresiasi oleh seluruh ‘Tau Tana Samawa,’ katanya.
Namun di balik itu lanjutnya, eksistensi LATS sebagai lembaga yang bertugas dalam menjaga, mengawal melalui program-program pengkajian, pelestarian Adat Budaya Samawa, disadari sepenuhnya belum bisa menjawab tuntutan-tuntutan masyarakat (Tau Tana Samawa) karena ekspektasinya yang sungguh besar terhadap LATS.
Kemudian untuk memperkaya khazanah keilmuan dan menambah wawasan para peserta Mudzakarah Rea kedua yang akan berlangsung dari Tanggal 16 hingga 18 Desember 2016, direncanakan akan hadir tokoh-tokoh Nasional/Internasional asal Sumbawa guna berbagi ilmu dan diskusi dengan para peserta seperti Prof Din Syamsuddin, Taufik Rahzen, Dr Zulkieflimansyah, Mustakim Biawan, Lalu Hermawansyah dan sejumlah tokoh Sumbawa lainnya.
Masih kata Syukri, disadari sepenuhnya bahwa selama satu periode pertama LATS, belum mampu menjawab harapan masyarakat yang luar biasa, oleh karena itu diharapkan . Mudzakarah Rea ini tidak sekadar menjadi forum pertemuan untuk bermemori ria, tetapi betul-betul dijadikan sebagai wadah stretegis untuk bersama-sama berpikir agar ke depan LATS dapat tampil sebagai lembaga yang bisa berbuat demi kemajuan dan kejayaan Tau `Tana Samawa melaui jalur Adat dan Budaya. “Dibutuhkan masukan saran dan kritikan yang konstruktif sesuai dengan Adab Edab Tau ke Tana Samawa,” tandas Syukri.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply