PT Newmont Nusa Tenggara

Intervensi Program GSC, Tingkatkan Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Intervensi PNPM Generasi Sehat Cerdas (GSC) pada Bidang Pendidikan, telah menumbuhkan kembangkan sektor pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi fokus dari prgoram GSC disampain pendidikan dasar (Dikdas).
Kasi PAUD Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa, Mukhlis SPd, dalam pemaparannya pada saat Workshop Koordinas Lintas Sektor yang digelar BPM-PD sebagai leading sektor Program GSC di Kabupaten Sumbawa yang berlangsung belum lama ini menyampaikan bahwa, keberadaan lembaga PAUD di Kabupaten Sumbawa terus mengalami perkembangan. Bagi dari sisi kuantitas lembaga maupun kualitasi lembaga, hal itu terjadi juga tidak lepas dari adanya intervensi dari Program GSC khususnya di 12 kecamatan.
Disampaikan Mukhlis, untuk peningkatan kualitas pembelajaran untuk PAUD baik PAUD formal maupun informal, pada tahun 2017 mendatang ada beberapa fokus program yang akan dilaksanakan. Diantaranya jelas Mukhlis, yakni menyangkut tenaga kependidikan kemudian penguatan kelembagaan PAUD, selain itu juga memperkuat peran orang tua dalam penyelengaraan PAUD. Kemudian fokus lainnya yakni membantu meningkatkan Biaya Operasional PAUD (BOP), kemudian pembangunan kelas dan gedung PAUD dan peningkatan kualifikasi tenaga pendidik. Juga menyangkut bantuan peralatan pendidikan, sertifikasi dan implemetasi Kurikulum PAUD serta penguatan tata kelola dan partisipasi public.
Dijelaskan Mukhlis, bahwa komptensi tenaga pendidikan PAUD di Kabupaten Sumbawa rata-rata dengan latar belajar pendidikan SMA, namun dengan adanya intervensi Program GSC, kualitas pendidik PAUD menjadi lebih baik. “Pada tahun 2016 lalu 250 tenaga pendidik PAUD dapat dilatih melalui program Diklat berjenjang di 12 kecamatan,” jelasnya.
Mukhlis berharap kegiatan ini dapat berlanjut di tahun 2017, karena pelatihan ini berkaitan dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Sementara terkait dengan peran serta orang tua dalam PAUD menurut Mukhlis, selama ini masih ada prinsip bahwa pendidikan PAUD itu adalah tanggungjawab lembaga PAUD, padahal sesungguhnya hal itu juga menjadi tanggungjawab utama orang tua. “Kami akan membuat strategi bagaimana melibatkan orang tua dalam prencanaan hingga pelaksanan PAUD,” paparnya.
Selanjutnya untuk peran masyarakat menurut Mukhlis juga masih kurang, pihaknya akan merumuskan bagaimana pelibatakan masyarakat di PAUD.
Menyangkut intensif tendik PAUD, disampaikan Mukhlis, inisiatif pengelola PAUD pada awalnya sangat miris, namun dengan adanya kebijakan baru bahwa insentif PAUD harus dialokasikan melalui dana desa, permasalahan ini sudah dapat teratasi meksi belum optimal karena masih ada desa yang setengah hati dalam memberikan intensif kepada Tendik PAUD.
Untuk pembangunan fasilitas PAUD, disampaikan Mukhlis, bahwa dengan adanya interveni Program GSC ada beberapa desa yang sudah membangun gedung PAUD seperti di Kecamatan Lunyuk. Mukhlis berharap disampaing peran pemerintah, masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan kontribusi untuk pembangunan gedung PAUD ini.
Untuk BOP PAUD, dijelaskannya bahwa pada tahun 2016 pemerintah telah mengalokasikan BOP sebesar Rp 8 miliar lebih dan telah disalurkan kepada 504 lembaga PAUD, sementara untuk tahun 2017, dana BOP PAUD diperkirakan akan bertambah menjadi 10 miliar.
Terkait dengan ada BOP tersebut Mukhlis mengingatkan agar pemanfaatan BOP tersebut sesuai dengan ketentuan yang ada sehingga tidak terjadi penyimpangan. “Kami yakin dengan adanya BOP, lembaga PAUD akan semakin eksis dalam penyelengaraan pendidikan di masyarakat,” katanya.
Untuk peralatan kegiatan belajar seperi APE, di tahun 2016 jelas Mukhlis, Dinas Diknas telah memberikan bantuan pengadaan APE, yang diberikan kepada PAUD berprestai dan PAUD diterpencil.
Terkahir jelasnya, peninaktan kualitas PAUD juga dilakukan melalui implementasi Kurikulum PAUD. Menurutnya sejumlah lembaga PAUD sudah dibekali denngan Kurikulum PAUD.
Untuk hal itu katanya, Dinas Diknas sudah melakukan pembinaan dalam bentuk Diklat, baik untuk pengelola, guru maupun tendik PAUD meski belum secara keseluruhan. “Kami berharap bantuan melalui Program GSC untuk mendiklat Kurikulum PAUD,” demikian Mukhlis.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply