PT Newmont Nusa Tenggara

PMIII Ingatkan Bahaya HIV/AIDS dan Tramadol Peringati Hari HIV/AIDS Sedunia

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat UTS melakukan mimbar bebas di persimpangan Jam Gadang, Kamis (1/12) sore. Aksi ini dilakukan untuk memperingati hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2016.
Kordinator Umum aksi, Nurmaningsih, mengatakan berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi NTB Tahun 2015, penderita HIV/AIDA di NTB cukup banyak. Di Lombok Barat masyarakat yang terjangkit HIV 11 orang dan AIDS 12 orang. Di Lombok Tengah 1 orang terjangkit HIV dan 20 orang untuk AIDS.
Sedangkan di Lombok Timur berkisar 4 orang terjangkit HIV dan 10 orang AIDS. Sementara di Kabuaten Sumbawa yang terjangkit HIV 0 namun AIDS ada 8 orang. Dompu HIV 0, AIDS 2 orang.Di Bima masin aman. Sementara di SumbawaBarat 4 orang terjangkit HIV dan 9 orang terjangkit AIDS. Lombok Utara HIV 0 dan AIDS 4 orang. Mataram di atas rata rata dengan jumlah 25 orang terjangkit HIV dan 19 orang untuk AIDS.
Sedangkan di Kabupaten Sumbawa korban HIV 0 namun penderita AIDS 8 orang. Setelah diakumulasikanjumlah yang terjangkit HIV/AIDS di NTB mencapai 132 orang. “Jangan sampai terjadi peningkatan lagi. Makanya melalui aksi ini kami ingin mengingatkan masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDA,” ujarnya.
Tidak hanya HIV/AIDS, bahaya penyalahgunaan Tramadol dan obat komix tidak luput dari perhatian aktifis PMII.PMII menduga, penyalahgunaan Tramadol sudah terjadi sejak lama. Hanya baru sekarang tercium, baik oleh media maupun aparat. “Informasi yang kami terima penggunanya banyak dari kalangan pelajar. Jumlahnya mencapai 30-40 orang yang diketahui. Kami yakin masih banyak yang belum diketahui keberadaannya,” tambah Kordinator Lapangan, Iksanul Yusri.
Untuk meminimalisir penyalahgunaan Tramadol di kalangan pelajar sambungnya, semua pihak harus berkerjasama. Terutama orang tua, jangan sampai lepas kontrol.
Di samping itu, perang aparat juga tidak kalah penting. Dalam hal ini, aparat harus menelusuri keberadaan bandar Tramadol. Sebab percuma, kata dia, pengguna diamankan, sementara bandar bebas berkeliaran di luar sana. “Tramadol ini merupakan tahap awal untuk menuju Narkoba. Narkoba sangat dekat dengan sex bebas. Sex bebas berpotensi HIV/AIDS. Ini seperti lingkaran setan. Kalau orang sudah masuk ke dalamnya, akan sulit keluar,” tandasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply