TIM OPSGAB ILEGAL LOGGING TEMUKAN KAYU TAK BERTUAN * Puluhan Kubik Kayu Jati Gelondongan Diamankan

0
293
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kegiatan operasi gabungan (Opsgab) pemberantasan ilegal logging yang dilakukan sebuah tim beranggotakan Dishutbun-Polhut, TNI, Polri, KPH Kecamatan, Camat, Koramil, Polsek dan leading sektor terkait lainnya yang dilaksanakan sejak Kamis 10 November 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan lalu pada dua kawasan hutan yakni KPH Ampang Sili Kecamatan Empang dan KPH Jaran Pusang Kecamatan Plampang-Labangka, berhasil menemukan dan mengamankan sekitar 20 M3 (meter kubik) kayu jati gelondongan tak bertuan di kawasan Bendungan Gapit Kecamatan Empang dan 2 M3 kayu jati di kawasan hutan sekitar Labangka IV.
Kadishutbun Sumbawa melalui Kabid Perlindungan dan Pengamanan Hutan Desire Jadi S.Sos didampingi Kasi Pengamanan Hutan Mukhtamarwan S.Pt dalam keterangan persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin (14/11) menjelaskan, sesuai dengan perintah Kadishutbun Sumbawa pihaknya bersama anggota Tim Opsgab pemberantasan ilegal logging telah menggelar operasi lapangan pada Kamis lalu diawali dari kawasan KPH Ampang Sili. Di sekitar kawasan bendungan Gapit Empang telah ditemukan sekitar 20 M3 (meter kubik) kayu jati gelondongan tak bertuan (tidak diketahui siapa pemiliknya).
Dengan mendapatkan bantuan alat angkut 4 unit truk, terang Waweq akrab komandan Polhut Sumbawa ini disapa, tim Opsgab telah berhasil melakukan pengangkutan (evakuasi) sekitar belasan kubik kayu tersebut ke Sumbawa Besar, sedangkan sisanya masih berada di lokasi karena sarana angkutan yang terbatas. Pengamanan terhadap sisa kayu temuan tersebut diserahkan kepada pihak Kecamatan.
Sementara itu, hasil operasi tim Opsgab pemberantasan ilegal logging dikawasan KPH Jaran Pusang Kecamatan Plampang dan Labangka, telah berhasil ditemukan katu jati sebanyak 2 M2 yang tak diketahui siapa pemiliknya yang tersimpan di sebuah kawasan pemakaman umum di Labangka IV. “Kita juga telah mengamankannya,” kata Mukhtamarwan.
Selain itu tim juga langsung menyapu kawasan hutan Ai Ngerung dan Sabekil karena menurut informasi dari sejumlah sumber bahwa di sana ada kegiatan perambahan hutan secara illegal. Namun sangat disayangkan ketika tim tiba di lokasi itu tidak ditemukan satu orangpun masyarakat yang melakukan kegiatan perladangan liar dan perambahan hutan sebagaimana informasi yang diperoleh sebelumnya. Ia menduga rencana kedatangan tim telah bocor terlebih dahulu. Namun hal itu tak membuat tim Opsgab patah semangat. Sebab kegiatan operasi akan terus digelar sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan, dengan sasaran utama disejumlah kawasan hutan yang telan masuk dalam catatan zona rawan, ujarnya.
Ketika dimintakan tanggapannya terkait dengan adanya sorotan dan kritikan tajam yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Sumbawa, Desi dan Waweq sangat menyayangkan kalau institusi Dishutbun dituduh sebagai dalang ilegal logging. Sebab seluruh jajaran Polhut telah melaksanakan tugasnya dengan baik kendati dengan jumlah personil dan sarana penunjang yang terbatas tetap melaksanakan tugas pokok fungsi dan kewenangan yang dimiliki dengan penuh rasa tanggung jawab.
“Tuduhan yang disampaikan kepada kami tak membuat seluruh anggota Polhut patah semangat. Justru disambut sebagai sebuah masukan yang positif bagi perbaikan peningkatan kinerja. Biarkanlah orang lain menilai hitam atau putih yang penting kami tetap bekerja maksimal, ikhlas dan penuh tanggung jawab dengan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan hukum dan perundangan yang berlaku,” pungkas Desire Jadi S.Sos Kabid Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dishutbun Sumbawa ini.

loading...

LEAVE A REPLY