Selante ‘Mencekam’, 5 Orang Luka Berat

0
648
loading...
loading...

Plampang, Gaung NTB
Ratusan masyarakat Desa Selante Kecamatan Plampang dan masyarakat Labangka 4 Desa Sukadamai ‘adu kekuatan’ bertarung untuk mendapatkan hak atas tanah yang terletak di dalam wilayah administrasi Kecamatan Plampang, Kamis (24/11).
Sampai saat ini setelah pemekaran Desa Selante tapal batas wilayah Desa Selante acapkali menjadi perdebatan dan pada Kamis (24/11) kemarin, sekitar 20 orang warga Desa Selante mendatangi lokasi tanah yang disengketakan dan ‘menyandera’ 2 orang warga Labangka 4 kemudian digadang ke Kantor Desa Selante.
Akibat penyandaaran tersebut puluhan warga Labangka 4 datang ke Desa Selante dengan maksud menjemput 2 orang warga yang disandera warga Desa Selante. Mendapat informasi akan datangnya warga Labangka 4 itu.
Karena aparat dari kepolisian setempat tidak mampu menahan kedua belah pihak, akhirnya perang antara warga itu tidak dapat dihindari, aksi saling bacok dan tebas itu berlangsung di depan Kantor Desa Selante.
Dalam pertarungan itu, 5 orang mengalami luka berat, masing-masing 2 orang warga Selante terkena parang di bagian punggung dan tangannya, sedangkan warga Labangka 4 terluka pada bagian wajah dan mengalami sobek besar. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Plampang dan Puskemas Labangka untuk mendapatkan penangan medis.
Terkait dengan pertikaian itu, dilakukan mediasi yang dihadiri pihak Camat Plampang, Camat Labangka, Kapolsek Plampang beserta jajarannya, Kapolsek Labangka beserta jajarannya dan seluruh unsur Muspika dari kedua kecamatan. Dalam mediasi tersebut, Camat Plampang Zubaidi SPd menyampaikan bahwa pihaknya sudah memperingatkan warga Desa Selante untuk tidak mengolah hutan karena dasar hukumnya tidak jelas.
“Status tanah tersebut adalah tanah negara yang merupakan hutan eks HTI dan masyarakat Desa Selante diharapkan untuk bersabar karena pengajuan HKM sudah diajukan, tinggal tunggu prosesnya” jelas camat
yang dikenal tegas itu.
Sementara itu Camat Labangka Budi Santoso SSos, MSi menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa Desa Selante mengajukan HKM, sejauh ini pihaknya melarang masyarakat Labangka untuk masuk ke lokasi tersebut. “Kami sudah melarang warga untuk ke lokasi, tapi mereka tetap masuk sehingga memicu konflik ini” ujarnya.
Di akhir pertemuan 3 orang yang disandera tersebut langsung dibawah ke Polres Sumbawa untuk kepentingan penyelidikan.

loading...

LEAVE A REPLY